Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mengangkat Derajat Arak Bali (11): Produksi Arak Harus Sesuai Standar BPOM

Rabu, 29 Mei 2019, 07:27 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/file

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Produksi arak Bali harus benar-benar diawasi dengan baik agar aman dikonsumsi. Arak Bali hasil produksi rumahan maupun pabrik juga harus sesuai standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
 
[pilihan-redaksi]
"Kalau sudah ada itu (standar produksi) baru kita bisa berbicara tentang pemasaran," ujar Ngurah Udayana, bartender profesional asal Bali, kepada Beritabali.com.
 
Agar arak Bali bisa diakui hingga level internasional, sebut Ngurah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama bahan dasar yang aman untuk dikonsumsi, kedua proses dengan alat yang memiliki standar yang jelas, dan ketiga hasil yang sesuai dengan standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 
 
"Sehingga (arak Bali) aman untuk dikonumsi dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau sekadar hanya ngomong arak Bali harus legal kan gampang, tapi yang legal seperti apa? Ini yang harus benar-benar diatur dengan baik," ujarnya.
 
Menurut Ngurah Udayana, petani atau pembuat arak rumahan di Bali harus bersatu untuk menetapkan sebuah standar baku pembuatan arak Bali. 
 
"Mereka (pembuat arak Bali rumahan) harus bersatu dulu, misalnya hasil produksi semua dikumpulkan, kemudian ada perusahaan besar yang bisa menampung bahan dasar ini untuk diolah menjadi arak Bali yang standar," ujar pria yang kini ikut membidani produksi vodka dan whisky lokal buatan Bali di perusahaan tempatnya bekerja.
 
[pilihan-redaksi2]
Agar produksi arak Bali bisa semakin berkembang, imbuhnya, petani arak juga harus bergabung untuk membuat standarisasi produksi kemudian dibuat agar produksi arak Bali bisa menjadi legal. 
 
"Tapi jika arak Bali sudah legal dan ada pita beacukai pajak, maka harganya akan menjadi mahal, petani atau masyarakat Bali akan membeli arak Bali dengan harga mahal, padahal arak selama ini identik dengan minuman rakyat," ujarnya.
 
Arak Bali, sebut Ngurah, memiliki potensi yang sangat bagus dari sisi ekonomi, apalagi di tengah adanya minuman alkohol impor yang harganya mahal. 
 
"Arak karakternya agak terasa (kuat), jika saat ini dipakai di bar-bar, arak di"infused" dengan buah atau jus untuk mengurangi bau dan rasa, sehingga turis macanegara bisa menikmatinya," ujar Ngurah. [bbn/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami