Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mengangkat Derajat Arak Bali (11): Produksi Arak Harus Sesuai Standar BPOM
Rabu, 29 Mei 2019,
07:27 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Produksi arak Bali harus benar-benar diawasi dengan baik agar aman dikonsumsi. Arak Bali hasil produksi rumahan maupun pabrik juga harus sesuai standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
[pilihan-redaksi]
"Kalau sudah ada itu (standar produksi) baru kita bisa berbicara tentang pemasaran," ujar Ngurah Udayana, bartender profesional asal Bali, kepada Beritabali.com.
Agar arak Bali bisa diakui hingga level internasional, sebut Ngurah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama bahan dasar yang aman untuk dikonsumsi, kedua proses dengan alat yang memiliki standar yang jelas, dan ketiga hasil yang sesuai dengan standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Sehingga (arak Bali) aman untuk dikonumsi dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau sekadar hanya ngomong arak Bali harus legal kan gampang, tapi yang legal seperti apa? Ini yang harus benar-benar diatur dengan baik," ujarnya.
Menurut Ngurah Udayana, petani atau pembuat arak rumahan di Bali harus bersatu untuk menetapkan sebuah standar baku pembuatan arak Bali.
"Mereka (pembuat arak Bali rumahan) harus bersatu dulu, misalnya hasil produksi semua dikumpulkan, kemudian ada perusahaan besar yang bisa menampung bahan dasar ini untuk diolah menjadi arak Bali yang standar," ujar pria yang kini ikut membidani produksi vodka dan whisky lokal buatan Bali di perusahaan tempatnya bekerja.
[pilihan-redaksi2]
Agar produksi arak Bali bisa semakin berkembang, imbuhnya, petani arak juga harus bergabung untuk membuat standarisasi produksi kemudian dibuat agar produksi arak Bali bisa menjadi legal.
"Tapi jika arak Bali sudah legal dan ada pita beacukai pajak, maka harganya akan menjadi mahal, petani atau masyarakat Bali akan membeli arak Bali dengan harga mahal, padahal arak selama ini identik dengan minuman rakyat," ujarnya.
Arak Bali, sebut Ngurah, memiliki potensi yang sangat bagus dari sisi ekonomi, apalagi di tengah adanya minuman alkohol impor yang harganya mahal.
"Arak karakternya agak terasa (kuat), jika saat ini dipakai di bar-bar, arak di"infused" dengan buah atau jus untuk mengurangi bau dan rasa, sehingga turis macanegara bisa menikmatinya," ujar Ngurah. [bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026