Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 April 2026
Pelantun Puja Trisandya Itu Kini Telah Berpulang
Rabu, 29 Mei 2019,
14:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sebagai umat hindu sudah pasti sering mendengar kumandang Puja Trisandya di Radio dan TV bukan? Suara khas yang sangat berkharisma akan selalu terngiang di telinga saat mendengar kumandang Puja Trisandya. Namun tahukah siapa pemilik suara nan indah itu?
[pilihan-redaksi]
Dikutip dari sumber Sejarah Bali, beliau adalah Ida Bagus Gde Diksa yang kini setelah Mediksa beliau diberi gelar Ida Pedanda Gde Made Putra Tembau dari Griya Kulon, Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung pada tahun 1971. Saat beliau berumur 26 tahun dimana pertama kalinya suaranya diperdengarkan ke publik sebagai pelantun Puja Trisandya di TVRI dan RRI.
Dikutip dari sumber Sejarah Bali, beliau adalah Ida Bagus Gde Diksa yang kini setelah Mediksa beliau diberi gelar Ida Pedanda Gde Made Putra Tembau dari Griya Kulon, Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung pada tahun 1971. Saat beliau berumur 26 tahun dimana pertama kalinya suaranya diperdengarkan ke publik sebagai pelantun Puja Trisandya di TVRI dan RRI.
Menunjuk beliau sebagai pelantun Puja Trisandya bukan tanpa alasan, beliau adalah lulusan Pendidikan Guru Agama Hindu Negeri di PGAH Dwijendra Denpasar tamat dengan Ijasah tertanggal 10 Juli 1965.
Beliau sering mendapat penghargaan di bidang seni, baik seni Drama dan Seni Kekawin, karena keahlian beliau di bidang kekawin dan kidung beliau sering dilibatkan menjadi juri dalam perlombaan kekawin dan kidung. Beliau juga pernah mengabdi sebagai guru di SDN 1 AKAH, Klungkung pada tahun 1992.
[pilihan-redaksi2]
Kini Puja Trisandya tidak hanya dikumandangkan di stasiun lokal saja (BaliTV, TVRI, Dewata Tv) namun sudah disiarkan di seluruh TV Nasional yg siaran di Bali. Meskipun pernah mendapat protes karena ketidakseragaman atau memiliki format yang berbeda di masing-masing stasiun yang bisa menyebabkan perbedaan arti.
Kini Puja Trisandya tidak hanya dikumandangkan di stasiun lokal saja (BaliTV, TVRI, Dewata Tv) namun sudah disiarkan di seluruh TV Nasional yg siaran di Bali. Meskipun pernah mendapat protes karena ketidakseragaman atau memiliki format yang berbeda di masing-masing stasiun yang bisa menyebabkan perbedaan arti.
Pada tahun 2015 atas arahan PHDI dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) kembali meminta Ida Bagus Gede Diksa untuk menjadi pelantun Puja Trisandya dan menjadi acuan untuk penayangan di berbagai stasiun TV dan Radio.
Setelah berjuang melawan penyakit infeksi saluran kencing yang dialaminya, sulinggih ini meninggal (lebar) pada Selasa (28/5) malam pukul 19.00 Wita usai mendapat perawatan intensif di ICU RS Balimed, Jalan Mahendradatta Denpasar. Ida Pedanda Gde Made Tembau 'lebar' meninggalkan satu istri, dua anak, serta satu cucu. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1696 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026