Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 14 Agustus 2026
Rusuh di Tukad Balian, 8 Pemuda Asal Sumba Terancam 5 Tahun Penjara
Minggu, 9 Juni 2019,
21:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Delapan pemuda asal Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melakukan kerusuhan di Jalan Tukad Balian tepatnya di sebelang warung Solin nomor 129 Renon, Denpasar Selatan, Rabu (5/6) lalu, dijerat pasal 170 KUHP dengan pidana penjara paling lama 5,6 tahun penjara.
Hal itu disampaikan Kanitreskrim Polsek Densel, Iptu Hadimastika, Minggu (9/6). Menurutnya, ke delapan pelaku sudah diamankan dan ditahan. Mereka yakni, Gerardus Rendi Kaka (21), David Rende Holo (21), Alicius Kodimete (25), Egrin Lokataka (30), David Rangga Tena (23), Dominikus Mone (24), Antonius Tukaritan (21), dan Jefrianus Dara Tanggu (27). “Mereka ditahan sejak kasus itu terjadi, Rabu (5/6) lalu,” ujarnya.
Selain menetapkan tersangka, polisi juga mengungkap peran masing-masing tersangka, yakni ada yang membawa senjata tajam (sajam) dan melakukan perusakan. Sementara yang membawa sajam yakni Gerardus Rendi Kaka, Alicius Kodimete dan Antonius Tukaritan.
Mantan Kanitreskrim Polsek Ubud Gianyar itu menegaskan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, alat bukti dan bukti pendukung kasus tersebut, pihaknya menjerat ke 8 tersangka dengan pasal 170 KUHP ancaman 5,6 tahun penjara. “Penyidik menjerat ke 8 tersangka dengan Pasal 170 KUHP,” ujarnya.
Dijelaskannya, para pelaku ini melakukan pelemparan dengan batu dan membawa senjata tajam bersama-sama di Jalan Tukad Balian tepatnya di sebelah warung Solin No 129 Renon, Denpasar Selatan, Rabu (5/6) sekitar pukul 13.00 Wita. Akibatnya, atap warung mengalami kerusakan dan sepeda motor PCX warna merah mengalami penyok di bagian Body dan kaca spion pecah.
Sebelumnya, para pelaku dari Sumba NTT ini datang ke lokasi antara 9 sampai 10 orang untuk mencari mandor proyek bernama Anom. Mereka mencari manor proyek karena ingin menuntut gaji yang belum dibayar. Namun karena tidak bertemu Anom, mereka merusak proyek dan menyerang buruh proyek Anom dan terjadilah keributan. [bbn/Spy/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4513 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2329 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1976 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026