Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 20 September 2026
Ngobrol di Kantin Bersama Kajati Bali Jelang Pindah Tugas
Selasa, 25 Juni 2019,
16:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali Amir Yanto, rasanya hanya sebentar menjabat di Bali. Namun dirinya sudah harus duduk dengan jabatan dan tugas baru di Kejagung RI.
[pilihan-redaksi]
Di Jakarta dirinya menjabat sebagai Kepala Pendataan dan Tata usaha negara. Sementara ruangannya di Renon akan digantikan dari Wakajati Lampung.
Sore itu sekitar pukul 16.00 Wita, Pak Amir terlihat begitu menikmati makanan mie ibu kantin yang terletak di sisi pojok selatan bagian timur gedung Kejati Bali.
"Sudah dua kali ini bapak Kajati di kantin. Sambil melihat tanaman taman," ujar ibu kantin sambil memecah es batu untuk pesanan es jeruk buat Pak Kajati.
Banyak hal yang diperbincangkan orang nomor satu di Gedung Kejati Bali ini. Dari obrolan serius hingga obrolan kocak. Dari masalah politik hingga keserius Kejaksaan untuk mengenalkan masyarakat tentang hukum.
Termasuk soal obrolan kasus Sudikerta mantan Wagub Bali, sambil dirinya mengusap peluh lantaran pedasnya mie goreng yang ia pesan.
Hal yang jadi begitu serius saat dirinya berharap agar saat pindah tugas, program jaksa masuk sekolah bisa tetap dan terus berjalan.
[pilihan-redaksi2]
"Jangan nantinya Jaksa yang dapat tugas dalam penyuluhan di sekolah, berhenti setelah memberikan pemahaman tentang hukum. Begitu juga dengan yang ke banjar-banjar. Harus tetap bertanggung jawab menjaga tempat dimana dilakukan penyuluhan," ucap Kajati, Senin sore (24/6) di Kantin Kejati Bali.
Selanjutnya mengkhusus ke sosialisasi di sekolah, kata dia adalah tantangan terbesar dalam pengenalan hukum. Karena menurutnya, siswa tidak serta merta memahami hukum tetapi juga tahu dan dapat menjaga aturan hukum yang berlaku di negeri ini.
Persoalan ini menurutnya tidak hanya perlu didekati pada anak-anak tetapi juga pendekatan pada orang tuanya.
"Tindak pidana yang terjadi pada anak adalah karena masalah mental. Karenanya penting membangkitkan mental anak-anak agar taat pada hukum dengan dimulai pada aturan yang diterapkan di sekolah. Termasuk pada kegiatan di rumah," tuturnya. [bbn/maw/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7881 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3533 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026