Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Minikino Film Week 12 di Bali Catat 6.558 Penonton, Hadirkan 202 Film dari 60 Negara
beritabali/ist/Minikino Film Week 12 di Bali Catat 6.558 Penonton, Hadirkan 202 Film dari 60 Negara.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Minikino Film Week 12 (MFW12) yang digelar Yayasan Kino Media di Bali pada 11–18 September 2026 mencatat 6.558 penonton selama delapan hari penyelenggaraan.
Festival film pendek internasional tersebut juga menghadirkan 180 delegasi dan tamu terakreditasi dari 16 negara. Sebanyak 202 film pendek dari 60 negara ditayangkan dalam 42 program pemutaran, yang dipilih dari 1.454 karya pendaftar internasional.
Direktur Festival MFW12 Edo Wulia menyampaikan film pendek memiliki peran penting sebagai medium sinematik yang humanis.
"Kami percaya film pendek berfungsi sebagai jendela yang esensial. Gambar bisa menembus isolasi yang kita bangun di dalam diri kita sendiri. Film-film ini tidak menjanjikan jawaban yang mudah, tetapi menawarkan kesadaran bahwa manusia adalah setara dengan kelebihan dan kekurangannya, dan kapasitas kita untuk berharap pada nilai kebaikan," ungkapnya.
Penghargaan MFW12
Malam penganugerahan Awards Gala menjadi salah satu puncak MFW12 dengan memberikan apresiasi kepada karya-karya terbaik nasional dan internasional.
Acara tersebut dihadiri Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI Irini Dewi Wanti yang sekaligus menyerahkan penghargaan bagi peserta program inkubasi SHORTS UP 2026.
Irini menegaskan pengembangan talenta sinema tidak hanya berkaitan dengan produksi karya, tetapi juga kesempatan bagi kreator untuk belajar, memperoleh masukan, membangun jejaring, dan mengembangkan kemampuan kreatif.
"Bagi kami, pengembangan talenta bukan hanya tentang membantu lahirnya sebuah karya. Yang tidak kalah penting adalah memberikan kesempatan kepada para kreator untuk belajar, mendapatkan masukan, membangun jejaring, dan terus berkembang tanpa kehilangan identitas kreatif mereka," rekam Ibu Irini.
Ia juga menyampaikan pentingnya kekuatan cerita dalam sebuah karya film.
"Mungkin sebuah film hanya berlangsung beberapa menit di layar. Tetapi cerita yang baik bisa tinggal jauh lebih lama—di ingatan, dalam percakapan, dan dalam cara kita melihat dunia."
Dalam rangkaian Awards Gala, Eye Catcher Award sebagai dukungan mitra internasional Hong Kong untuk program inkubasi SHORTS UP 2026 diraih proyek film Di Belakang, Ada Mimpi Buruk Yang Menghalang (Reminiscent: A Confronted Nightmare) karya Ryan Sebastian sebagai penulis dan Aryo Bimo sebagai produser.
Dewan Juri Internasional MFW12 terdiri dari Gie Sanjaya dari Indonesia, Mélissa Bouchard dari Kanada, dan Patrick Campos dari Filipina.
Penghargaan tertinggi, MFW Best Short Film of the Year 2026, diraih BIRTHMARK karya George Peter Barbari dari Lebanon.
Untuk kategori National Competition, Best National Competition Award 2026 diberikan kepada LAST MAY IN THEATERS karya Arief Budiman.
Sementara itu, National Competition Special Citation diberikan kepada AIR PANGEA karya Adam Hasyim Al Raschid.
Berikut daftar pemenang kategori utama MFW12:
- MFW Best Short Film of the Year 2026: BIRTHMARK karya George Peter Barbari (Lebanon)
- Best National Competition Award 2026: LAST MAY IN THEATERS karya Arief Budiman (Indonesia)
- National Competition Special Citation: AIR PANGEA karya Adam Hasyim Al Raschid (Indonesia)
- Begadang 10 Tahun Filmmaking Competition 2026: KUJELANG karya Walrus Films, sutradara Laurent Sindhu
- Best Animation Short: SO HE GRABBED THE KNIFE karya Sam KUWA (Jepang)
- Best Audio Visual Experimental Short: VUOIAT (Spirits) karya Marja Viitahuhta (Finlandia)
- Best Documentary Short: OUR BIRTHDAYS karya Angeline Teh (Malaysia)
- Best Fiction Short: BUAH (Fruit) karya Jen Nee Lim (Singapura)
- Best Children Short: TUTTI (DoSi) karya Zhuang Rong-Zuo (Taiwan)
- Youth Jury Award 2026: Abortion Party karya Julia Mellen (Amerika Serikat)
- The SAMANSA Award: Ciak, Ciak, Ciak! sutradara Kathleen Tio (Indonesia)
- MFW12 Staff Pick: FAMILY SUNDAY (DOMINGO FAMILIAR) karya Gerardo Del Razo (Meksiko)
- Best Rough Cut (Lensa Iklim Bali Short Film Fellowship 2026): Where the Sun is Harvested garapan Singaraja Menonton (Indonesia)
- Eye Catcher Award (SHORTS UP 2026): Di Belakang, Ada Mimpi Buruk Yang Menghalang (Reminiscent: A Confronted Nightmare) karya Ryan Sebastian dan Aryo Bimo (Indonesia)
MFW12 Perkuat Ekosistem Film Pendek
Selain menjadi ruang pemutaran dan kompetisi, MFW12 mengembangkan ekosistem film pendek melalui 8th Short Film Market (SFM). Program tersebut menghadirkan 25 kegiatan pasar film, mulai dari pitching forum, talks, Meet the Industry Guests hingga sesi jejaring Speed Dates.
Kehadiran jejaring nasional Indonesia Raja dan Southeast Asia Networks turut memperluas ruang pertemuan pembuat film Indonesia dengan komunitas sinema Asia Tenggara dan global.
Direktur Program MFW12 Fransiska Prihadi mengatakan Short Film Market dirancang sebagai ruang orientasi dan jejaring bagi pembuat film.
"Short Film Market dirancang sebagai ruang orientasi dan jejaring yang dinamis bagi para pembuat film untuk bertemu langsung dengan produser, kurator, dan pengambil kebijakan industri global. Melalui Markett Screening dan berbagai forum seperti Forum: Southeast Asian Shorts, Meet the Industry Guests, dan Speed Dates, kami ingin membangun jembatan kokoh yang mempertemukan talenta Indonesia dengan lanskap sinema Asia Tenggara dan dunia," jelas Fransiska Prihadi.
Pengembangan kemampuan produksi juga dilakukan melalui Begadang 10 Tahun, tantangan pembuatan film pendek dalam waktu 34 jam.
Dari 50 kelompok produksi nasional yang mendaftar, sebanyak 31 tim berhasil menyelesaikan karya. Sebanyak 10 film terbaik kemudian diputar perdana dalam rangkaian MFW12.
Film Pendek Menjangkau Berbagai Komunitas di Bali
Pada pilar Exhibition, MFW12 memperluas jangkauan pemutaran melalui Community Screenings atau Travelling Cinema yang digelar di sejumlah titik di Bali.
Ketua Yayasan Kino Media sekaligus Direktur Travelling Cinema I Made Suarbawa mengatakan program tersebut menjadi bagian penting dalam mendekatkan film pendek kepada masyarakat.
"Layanan pemutaran keliling dan pemutaran komunitas adalah ruh dari Minikino. Melalui titik-titik pemutaran seperti Alliance Française Bali, SMAN Bali Mandara di Buleleng, hingga Rumah Film Sang Karsa di Lovina, kami ingin memastikan film pendek tidak hanya berhenti di ruang bioskop komersial, tetapi hadir langsung menghampiri warga dan memicu dialog antarkomunitas," pukas I Made Suarbawa.
Pada bidang pendidikan, MFW12 menghadirkan program Short Films for Schools yang dilengkapi Watch and Learn Guide atau Panduan Nonton dan Belajar.
Baca juga:
Matta Cinema dan Tempo Kolaborasi Luncurkan 6 Project Film di Busan International Film Festival
Program tersebut mendapat dukungan Dharma Negara Alaya, Denpasar Creative Agency (BKraf Denpasar), serta Pemerintah Kota Denpasar.
MFW12 juga memfasilitasi proyek animasi stop-motion internasional KORINCO (Korea-Indonesia-Colombia) tahun keempat bersama siswa SDN 5 Dauh Puri, Denpasar.
Aspek aksesibilitas juga menjadi bagian dari penyelenggaraan melalui program Sinema Inklusif. Program ini menyediakan takarir Subtitles for the Deaf and Hard of Hearing (SDH) serta deskripsi audio Bahasa Indonesia bagi penonton Tuli dan disabilitas netra.
Edo Wulia Refleksikan Perjalanan MFW12
Direktur Festival MFW12 Edo Wulia menilai penyelenggaraan tahun ini berlangsung dengan suasana yang lebih lancar, intim, dan memanusiakan seluruh elemen yang terlibat.
"Saya rasa festival tahun ini relatif lancar dan menyenangkan. Beberapa orang mungkin tahu, tahun lalu acaranya lebih besar, tapi kebesaran selalu hadir dengan harga lebih mahal. Tentu saja, ketegangan dan kerja keras tetap ada tahun ini, berikut berbagai kendala yang seolah hampir pasti terjadi. Namun tahun ini saya bisa lebih banyak bertemu volunteer daripada kehabisan tenaga atau terkurung di kantor," tutur Edo.
Ia juga merefleksikan perjalanan panjang dalam membangun Minikino sebagai ruang untuk bertumbuh bersama.
"Bertahun-tahun bekerja bersama Minikino memberikan pengalaman dan tantangan yang banyak sekali, dan menempa saya menjadi orang yang lebih baik. Setiap tahun, saya mendapat kehormatan untuk berkenalan dengan lebih banyak orang-orang hebat, dan sebagian dari mereka bahkan menjadi teman-teman dekat saya. Semoga kita semua juga menjadi orang yang lebih baik setelah mengalami satu minggu yang intens ini. Setiap kisah selalu punya banyak perspektif, jadi semoga kamu bisa memilih perspektif yang baik untuk dirimu melangkah ke masa depan," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7734 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5629 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan