Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Pihak RSU Negara Bantah Keras Dugaan Penelantaran Pasien
Selasa, 3 September 2019,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Kasus dugaan penelantaran seorang pasien di Instalasi Gawat Darurat (IRD) Rumah Sakit Umum Negara pada Senin (02/09/2019) malam langsung dibantah keras oleh pihak Rumah Sakit Umum Negara.
[pilihan-redaksi]
Bantahan tersebut terungkap saat pihak rumah sakit mengklarifikasi terkait pemberitaan di media adanya keluarga pasien yang mengamuk di IGD RSU Negara. Melalui Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kendali Mutu, Dr I Gede Ambara Putra pihak RSUD Negara dengan tegas mengatakan kalau pihaknya sama sekali tidak ada menelantarkan pasien seperti yang dituduhkan pihak keluarga.
Bantahan tersebut terungkap saat pihak rumah sakit mengklarifikasi terkait pemberitaan di media adanya keluarga pasien yang mengamuk di IGD RSU Negara. Melalui Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kendali Mutu, Dr I Gede Ambara Putra pihak RSUD Negara dengan tegas mengatakan kalau pihaknya sama sekali tidak ada menelantarkan pasien seperti yang dituduhkan pihak keluarga.
"Tidak ada penelantaran pasien. Sama sekali tidak ada. Kami selalu mengutamakan pelayanan dengan berpatokan dengan prosedur,” ujar Ambara saat mengklarifikasi dengan sejumlah awak media Selasa (03/09/2019) siang.
Ambara menambahkan, kalau pihaknya saat itu tetap melayani dan memeriksa kondisi pasien termasuk diberikan pengantar untuk dibawa ke poliklinik keesokan harinya yakni hari Selasa.
Sebelumnya, kejadian keluarga salah satu pasien mengamuk lantaran petugas medis di IGD dianggap sudah menelantarkan pasien yang sedang hamil tersebut. Kronologisnya Ambara menceritakan, pasien datang pertama kali ke IGD, Senin (2/9) pagi sekitar pukul 10.00 WITA dengan membawa surat pengantar dari salah satu dokter spesialis kandungan dengan diagnosa KJDR (kematian janin dalam rahim).
Surat pengantar tersebut ditujukan ke dokter spesialis kandungan di poliklinik. Namun sebelum ke poliklinik, petugas pendaftaran di IGD sempat membantu pasien melakukan pengecekan kartu BPJS. Setelah dicek pasien memang terdaftar sebagai peserta BPJS non PBI yang preminya ternyata masih ada tunggakan.
Selanjutnya pihak pasien memilih untuk menyelesaikan lebih dulu tunggakan premi tersebut ke kantor BPJS Kesehatan sebelum ke poliklinik. Usai menyelesaikan tunggakan BPJS sekitar pasien kembali ke IGD namun jam kerja poliklinik sudah tutup.
“Sesuai jam kerja poliklinik sudah tutup pukul 13.00 WITA, sehingga pasien tersebut datang ke IGD. Selama di IGD kami lalyani pemeriksaannya. Dan dari sanalah kami sarankan dan jelaskan ke pasien bahwa besok pasien bisa datang lagi ke poliklinik,” terang Ambara.
[pilihan-redaksi2]
Dari hasil pemeriksaan di IGD, pasien tidak harus mendapatkan penindakan segera lantaran dianggap tidak gawat darurat, sehingga pasien dipulangkan dan bisa kembali datang ke poliklinik. Penjelasan tersebut sudah dijelaskan ke keluarga pasien dan pasien sudah menandatangani.
Dari hasil pemeriksaan di IGD, pasien tidak harus mendapatkan penindakan segera lantaran dianggap tidak gawat darurat, sehingga pasien dipulangkan dan bisa kembali datang ke poliklinik. Penjelasan tersebut sudah dijelaskan ke keluarga pasien dan pasien sudah menandatangani.
"Jadi penanganan kami sudah sesuai prosedur. Hanya saja keluarga pasien kurang memahami ini sehingga dikira menelantarkan,” imbuhnya.
Sebelumnya, seorang keluarga pasien mengamuk dan memprotes petugas medis di IGD RSUD Negara. Keluarga pasien tersebut diketahui bernama Made Suweca asal Desa Tegal Badeng Timur tidak terima dengan pelayanan petugas yang dianggap menelantarkan menantunya Ni Komang Sutiani yang dalam keadaan hamil yang didiagnosa janinnya sudah meninggal dalam kandungan. (bbn/Jim/rob)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8484 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5831 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026