Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Mayat Ditemukan Mengambang di Serangan, Diduga Korban Punya Riwayat Epilepsi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Serangan. Diduga mengalami penyakit epilepsi, Nyoman Nesa (37) ditemukan tewas mengambang di air kanal BTID, Serangan, Denpasar Selatan (Densel), Jumat (4/10) sekitar pukul 09.00 WITA.
[pilihan-redaksi]
Dari keterangan keluarga korban, sebelum ditemukan tewas, I Nyoman Nesa yang tinggal di Jalan Tukad Pungawa Gang Bawal, Banjar Dukuh, Serangan, Densel, sempat mengeluh tentang penyakit epilepsi yang dideritanya tak kunjung sembuh. Korban sendiri sudah menderita epilepsi sekak 10 tahun lalu.
"Korban sempat mengeluh tentang penyakit epilepsinya yang tak kunjung sembuh. Kadang sering kumat," ungkap sumber petugas.
Pas kejadian, korban keluar berjalan kaki dari rumahnya tanpa sepengetahuan keluarga. Setelah satu jam korban tidak pulang, pihak keluarga melakukan pencaharian di seputaran Serangan Densel, namun tidak ditemukan. "Korban ditemukan tewas di selatan Kantor Kontainer BTID Serangan," jelas sumber.
[pilihan-redaksi2]
Jenazah korban telungkup di air BTID dengan kepala menghadap Barat. Saat itu korban memakai baju putih, celana abu-abu. Setelah dibawa ke tepi kanal, dari hidung dan mulut koran keluar darah yang diduga karena terbentur dengan sandaran kanal BTID.
"Pihak keluarga tidak melaporkan kejadian dan sepakat tidak mempersalahkan musibah itu dengan membuat surat pernyataan bermaterai," terang sumber.
Dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika menyebutkan korban meninggal diduga terpeleset ke kanal saat sedang berjalan. "Korban memiliki riwayat penyakit epilepsi, kami duga penyakitnya kumat saat korban berada di TKP," ujarnya. (bbn/spy/rob)
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun