Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Diduga Bunuh Diri, Remaja Ditemukan Terkapar Bersimbah Darah
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seorang remaja asal Bebandem, Karangasem ditemukan tergeletak bersimbah darah oleh ayahnya pada Minggu (27/10/2019) malam sekitar pukul 22.00 WITA di halaman rumahnya.
[pilihan-redaksi]
“Ya benar, saat ini anggota reskrim dan Polsek Bebandem masih masih lidik,” kata Kapolsek Bebandem, AKP. Wayan Sukarita membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Senin pagi (28/10/2019).
Informasi yang diperoleh, korban inisial INH remaja berusia 15 tahun yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar kelas satu SMK di Karangasem.
Korban INH malam itu ditemukan tergeletak oleh ayahnya I Nengah Sudana (43) saat pulang dari rumah temannya. Ketika ditemukan putranya ditemukan dalam posisi telungkup dengan memakai headset yang masih menempel di telinganya sementara HP tergeletak tidak jauh dari INH.
Awalnya Sudana menduga putranya itu pingsan akibat muntah darah, namun setelah diangkat rupanya terdapat banyak darah berlumuran di tubuhnya.
Kemudian Sudana memanggil istrinya yang saat itu masih tertidur di dalam kamar sambil memberikan pertolongan kepada korban dengan cara menghisap mulut dan hidung putranya itu. Setelah mendengar teriakan, ibu korban Ni Luh Merta langsung keluar kamar dan melihat ada sebilah golok di sebelah korban sehingga muncul kecurigaan darah tersebut karena luka. Setelah diperiksa rupanya didapati ada luka sayatan tepat di bagian sisi kiri leher INH.
Dugaan sementara, korban meninggal karena bunuh diri dengan cara menyayat lehernya sendiri menggunakan golok. Belum diketahui motif remaja 15 tahun ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Pasca berita ini ditulis masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun