Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Seorang Nelayan Asal Abang Hilang di Perairan Batu Belah
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seorang nelayan asal Abang, Karangasem, kembali dilaporkan belum kembali dari aktivitas melautnya sejak Sabtu malam (16/11/2019) di perairan Batu Belah, Datah, Abang, Karangasem.
"Ya benar, sekarang kita sedang menuju Pantai Batu Belah untuk melakukan pencarian," kata Kordinator Pos SAR Karangasem, Gusti Ngurah Eka Widnyana dikonfirmasi pagi ini, Minggu (17/11/2019).
Informasi yang diperoleh, pihak keluarga melaporkan I Ketut Darma Susila seorang nelayan asal Banjar Dinas Penggak Sajeng, Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Karangasem belum kembali dari aktivitas melautnya pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 wita.
Ketut Darma sendiri berangkat melaut dari kawasan Pantai Segara Batu Belah. Biasanya jika berangkat melaut pukul 16.00 wita, seharusnya Ketut Darma sudah kembali pada pukul 18.00 wita.
Karena yang bersangkutan tak kunjung kembali, dikhawatirkan terjadi sesuatu. Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk mencari bantuan ke pihak BPBD dan SAR Karangasem untuk melakukan pencarian.
Hingga berita ini dibuat, tim SAR sedang menuju lokasi untuk melakukan penyisiran dan keberadaan nelayan masih belum diketahui.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2663 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2018 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1952 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun