Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Anjing yang Gigit Tujuh Warga Desa Padangan Masih Berkeliaran
foto: Luh Gede Surya Dewi warga Banjar Padangan Kaja korban digigit anjing pada bagian lutut, Rabu (18/12).
BERITABALI.COM, TABANAN.
Anjing yang menggigit tujuh orang warga Desa Padangan, Kecamatan Pupuan hingga saat ini masih belum ditemukan. Padahal petugas dari Dinas terkait dan warga tengah memburu. Sementara tujuh orang warga pasca digigit anjing tersebut kondisinya baik.
Tujuh warga yang tergigit anjing masing-masing I Made Dwi, (tergigit di paha) I Nyoman Putri, (tergigit di paha) dan I Wayan Rupaken (digigit di kaki) dari Banjar Padangan Kawan. Kemudian I Ketut Lazim, (tergigit di paha) dari Banjar Padangan Kelod. Lalu Luh Gede Surya Dewi, (tergigit lutut) dan Men Sunarwi (tergigit kaki) dari Banjar Padangan Kaja, dan Ketut Suparma (digigit di kaki) warga dari Banjar Kangin.
Perbekel Desa Padangan I Wayan Warditha mengatakan, saat ini petugas dan warga masih memburu anjing tersebut. Anjing yang diburu itu memiliki bulu berwarna cokelat dan berisi putih.
"Petugas dan warga sedang dilapangan untuk memburu anjing," ujarnya, Rabu (18/12).
Anjing yang menggigit tersebut adalah anjing liar. Dan terkadang terlihat di kebun warga untuk bersembunyi. Anjing menggigit saat warga sedang berjalan biasa tanpa menganggu.
"Jadi ada yang digigit usai dari kebun, ada yang digigit usai dari metulung. Bahkan ada yang selamat karena saat digigit ban sepeda motornya yang kena," beber Warditha.
Hanya saja setelah dilakukan pendalaman dan menanyakan kepada warga yang tergigit, ada indikasi anjing yang menggigit lebih dari satu. "Ada indikasi anjing yang gigit lebih dari satu, karena ketika tanya ke warga yang digigit banyak menyebutkan perawakan anjing lebih pendek," katanya.
Namun tujuh warga yang sempat digigit anjing tersebut seluruhnya telah mendapatkan vaksin di puskesmas. Kondisnya pun baik dan beraktifitas normal. Sementara langkah selanjutnya mengantisipasi agar tak terulang kasus serupa pihaknya akan menggelar rapat pada Minggu (22/12) menanggulangi anjing di Desa Padangan. Sebab saat ini terdekteksi banyak anjing liar. "Bagi anjing liar kami masih kordinasi dengan seluruh tokoh masyarakat termasuk adat untuk langkah selanjutnya," tandas Warditha.
Seperti berita sebelumnya tujuh warga sejak Sabtu (14/12 dan Minggu (15/12) lalu digigit anjing. Anjing tersebut belum berani disimpulkan rabies karena masih belum ditemukan. Namun sesuai ciri-ciri yang dilihat oleh warga anjing tersebut galak dan ketika ada orang mendekat langsung digigit.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 963 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 785 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 608 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 564 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik