Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 18 Agustus 2026
Kronologi Peristiwa Penebasan Pemuda di Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kejadian penebasan pemuda di Tabanan bermula sekitar pukul 22.00 WITA pada Sabtu (4/1), pelaku Kondro baru usai menonton joged. Setelah sampai di rumahnya di Jalan Hasanudin, Tabanan, pelaku sempat bertemu dengan temannya yang bersama Ningsih dan Dewi.
[pilihan-redaksi]
Mereka kemudian menyampaikan bahwa korban sempat mencarinya. Setelah mendengar informasi tersebut, tampaknya pelaku merasa jengkel dan langsung naik pitam dan mengambil sabit di rumahnya. Pelaku Kondro bersama Eliyas kemudian balik ke Dangin Carik untuk mencari korban.
Sesampainya di lokasi, dua pelaku ini melihat korban sedang melintas dan kemudian menyetop korban di sebelah barat Lapangan Alit Saputra. Seketika pelaku Eliyas turun dari sepeda motor dan langsung menarik kerah baju korban.
Setelah itu, korban pun terjatuh dan pelaku Kondro langsung menebas bagian kaki kanan korban. Merasa sudah puas, kedua pelaku ini pun kemudian kabur menuju tempat temannya.
Sedangkan korban yang berasal dari Desa Babahan, Kecamatan Penebel ini sudah diselamatkan oleh rekannya dan dilarikan ke rumah sakit. Keluarga korban pun tak terima, I Made Asmarayasa (47), orang tua korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tabanan.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4570 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2372 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2027 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1637 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1074 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun