Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Rai Mantra: Dosa Tidak Bisa Ditebus, Akui Dosa dan Merenunginya untuk Diampuni
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hari Suci Siwaratri yang diperingati setiap Purwaning Tilem Sasih Kepitu dilaksanakan oleh Umat Hindu di Bali. Tak terkecuali Desa Adat Sumerta yang juga menggelar persembahyangan Hari Suci Siwaratri bersama yang dipusatkan di Pura Dalem Desa Adat Sumerta, Denpasar, Kamis malam (23/1).
[pilihan-redaksi]
Hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar. Walikota Denpasar juga turut memberikan Dharma Wacana dihadapan masyarakat dan krama Desa Adat Sumerta.
Bendesa Adat Sumerta, I Wayan Butuantara mengatakan bahwa Hari Suci Siwaratri merupakan momentum penting bagi umat Hindu sebagai ajang mulat sarira atau instrospeksi. Tentunya dalam setiap perayaan rutin dilaksanakan guna memberikan edukasi dan pemahaman bagi masyarakat. Khususnya tentang makna dan tujuan perayaan Hari Suci Siwaratri.
"Dari pelaksanaan persembahyangan yang dilanjutkan dengan beragam kegiatan keagamaan seperti Makekawin, Mageguritan dan Dharma Tula diharapkan memberikan pehamaman bagi masyarakat," jelasnya.
Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menekankan bahwa Hari Suci Siwaratri merupakan momen untuk merenungi segala perbuatan yang telah dilaksanakan. Tentunya hal ini tidak hanya menjadi hari peleburan dosa, melainkan merenung untuk menjadi lebih baik kedepanya.
Rai Mantra menjelaskan, jika dilihat dari dua suku kata yakni Siwa dan Ratri, maka dapat diartikan sebagai upaya penyucian terhadap kegelapan diri.
"Dosa itu tidak bisa ditebus dengan berbuat dosa, melainkan dengan mengakui dosa dan merenunginya untuk diampuni, hal inilah yang sejatinya kita maknai dalam Hari Suci Siwaratri," ujar Rai Mantra
Lebih lanjut dikatakan, semasih manusia belum sepenuhnya mengetahui dan menyadari akan adanya dosa dalam diri, maka sepanjang itulah akan ada kegelapan. Tentunya Hari Suci Siwaratri sebagai pengingat bahwa dosa itu ada dan harus disadari dan diakui untuk memohon pengampunan.
"Tentunya harus diisi dengan kegiatan yang positif dengan kesadaran, seperti Dharma Tula, Monobrata, Jagra, Upawasa, Mulat Sarira dan mengendalikan Panca Indra sebagai wujud wiweka umat Hindu," pungkas Rai Mantra.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4538 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2005 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1611 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun