Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pemaknaan Sejarah Pura Tak Hanya Berhenti pada Generasi Tua
BERITABALI.COM, TABANAN.
Gubernur Bali Wayan Koster berharap agar masyarakat senantiasa memaknai sejarah pura, dan hal itu diteruskan pula kepada generasi muda guna peningkatan sradha kepada leluhur.
[pilihan-redaksi]
Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri rangkaian Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Melaspas Ngenteg Linggih lan Mupuk Pedagingan di Pura Dadia Agung Pasek Tohjiwa, Banjar Jakatebel, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan, Sabtu (1/2/2020).
"Mari kita maknai sejarah pura ini dan meneruskannya kepada anak-anak (generasi muda, red) kita. Kehidupan jangan berhenti pada generasi tua. Karena jika tidak diteruskan akan berhenti. Marilah kita jadikan generasi muda paham, jadikan mereka cerdas dan berbudi pekerti, karena itu tugas kita," ajaknya.
Selain itu, Gubernur Koster juga berharap ritual keagamaan dapat memberikan makna dan inspirasi serta motivasi, ketenangan jiwa dan keteguhan batin untuk melanjutkan swadarma sebagai warga negara yang baik. Menurutnya, kehidupan beragama harus memberikan arti penting dan berguna bagi kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan itu pula, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi terhadap semangat kebersamaan yang ditunjukkan Pasemetonan Warga Pasek Tohjiwa dengan terlaksananya yadnya tersebut. Ditambahkannya, dalam menjalankan karya harus didasari atas rasa tulus dan ikhlas.
Sementara Ketua Panitia Karya, I Nyoman Ardika mengatakan, Pasemetonan Warga Pasek Tohjiwa, Desa Tangguntiti ini disungsung oleh 600 kepala keluarga (KK) sejebag Bali. Mereka tersebar di lima kabupaten/kota, yakni Tabanan, Badung, Jembrana, Buleleng dan Kota Denpasar.
Kemudian ia menyebutkan bahwa pelaksanaan Karya Agung ini baru bisa terlaksana kembali setelah 38 tahun lalu.
Sedangkan pelaksanaan karya akan berlangsung selama 20 hari, dengan puncak karya akan dilaksanakan pada Anggara Kliwon Julungwangi atau 4 Pebruari 2020 dengan di-puput oleh sembilan sulinggih. Sedangkan pelaksanaan Nyimpen akan digelar pada Redite Wage Kuningan atau 23 Pebruari 2020 mendatang.
Pada kesempatan itu, Gubernur Koster bersama Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama serta para tokoh Pasemetonan Arya Agung Pasek Tohjiwa melakukan persembahyangan bersama. Yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5964 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2649 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan