Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Matanai Band Komit Seperti Matahari, Hibur Fans di Kala Suka Duka
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Bertepatan dengan hari kasih sayang, atau Valentine, Matanai Band merilis album kedua "Saling Gisi" di Pantai Muara Tangtu, Gianyar, pada Jumat (14/02/2020).
[pilihan-redaksi]
Band reggae yang menonjolkan instrumen rock blues sebagai karakter yang dipadupadankan dengan unsur etnik pada album kedua ini punya alasan menjadikan nama lagu "Saling Gisi" sebagai tema album.
"Kami sengaja memilih Saling Gisi untuk menggambarkan hubungan antar personil band dan fans yang memang terikat secara emosional," ujar Fard selaku basis dari band belum lama ini di Gianyar.
Bahkan untuk ilustrasi cover album pun, Matanai juga menggunakan simbol merah putih yang terlihat dijahit kembali sebagai simbol agar mempunyai rasa memiliki negeri yang rentan diganggu dengan isu SARA.
Sedangkan tentang perbedaan isi album kedua ini, Ketut Tangtu (vokal) menuturkan kali ini dengan total 9 lagu yang terdiri 5 lagu bahasa Indonesia, 4 lagu bahasa Bali, lebih menambahkan unsur etnik seperti gamelan, genjek atau kecak untuk dikolaborasikan. Hal ini yang membedakannya dengan band reggae Bali lainnya.
Sebelumnya band yang dengan personil Putu Lelut (Keyboard), Kadek Herman (Gitar 1), Kadir (gitar 2), Farad (bass), Ketut Tangtu (vokal), Agus Kichten (Drum) ini meluncurkan album pertama pada 21 April 2014 lalu dengan judul "Rencana Tuhan".
Sehingga, butuh proses 6 tahun untuk menelurkan album kedua pada tahun ini. Tut Tangtu mengakui kesibukan masing-masing personil dan tidak mematok target untuk kehadiran album baru menjadi alasan rentang jeda yang terkesan lama. Yang penting, menurutnya mereka tetap berkarya demi menghibur para fans dan tidak manargetkan untuk jumlah kuantitas album.

Band yang terbentuk dari tongkrongan para personil yang datang dari berbagai genre musik ini pada 9 September 2012 lalu mengaku prinsipnya dalam bermusik adalah menghibur para fans.
"Entah mereka di kala susah atau mendapat masalah atau senang musik kami menghibur teman-teman seperti filosofi nama band yang terinspirasi dari matanai (matahari) menyinari siapun, tanpa memilih," jelasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 966 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 785 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 608 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 565 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik