Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
RSP Giri Emas Buleleng Siapkan Ruang Isolasi Pasien Covid-19
BERITABALI.COM, BULELENG.
Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp. OG melakukan pengecekan Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pendamping RSUD Buleleng untuk menangani Covid-19.
[pilihan-redaksi]
Ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas yang ada di sana siap menangani pasien terindikasi Covid-19. Pada kesempatan ini Wabup Sutjidra Beserta Ibu Ny. Ayu Wardhany Sutjira serta didampingi Kepala RSUD Buleleng dr. I Gede Wiartana, M.Kes serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dr.I Gusti Nyoman Mahapramana.
Wabup Sutjidra menjelaskan pihaknya berusaha memaksimalkan seluruh potensi rumah sakit untuk melayani masyarakat. Selain itu juga sebagai persiapan RSP Giri Emas terkait penanganan pasien terpapar Covid-19. Selain ruang screening RSP Giri Emas telah mempersiapkan ruang isolasi khusus.
“Secara keseluruhan RSP Giri Emas dalam dua sampai tiga hari ke depan sudah bisa menerima aasien Covid -19,” jelasnya.
Di RSP Giri Emas nantinya akan disiapkan ruang isolasi pasien covid-19. Jadi apabila ada warga yang diindikasikan tertular virus covid-19 penanganannya di RSP Giri Emas. RSUD Buleleng tetap menjadi rujukan utama. Langkah ini dilakukan dalam bentuk kesiapsiagaan Pemkab Buleleng dalam menangani wabah covid-19.
Wabup Sutjidra mengungkapkan alasan RSP Giri Emas difungsikan untuk pasien khusus covid-19. Mengingat saat ini RSUD Buleleng saat ini merupakan rumah sakit rujukan. Di dalamnya banyak terdapat pasien dengan berbagai penyakit yang membutuhkan perawatan medis.
“Tidak boleh disatukan. Jadi kita putuskan untuk fungsikan RSP Giri Emas,” ungkapnya.
Wakil Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini mengatakan supaya tidak mengecewakan masyarakat ataupun pasien terindikasi Covid-19, Pemkab Buleleng akan mempersiapkan semua kebutuhan. Mulai dari penunjang diagnosis sampai dengan sumber daya manusia (SDM). Begitu pula sampai pelaporannya.
“Alat-alat sudah masuk semua. Saat ini tinggal memasang alat untuk membuat tekanan negatif,” imbuh Sutjidra.
Wabup Sutjidra pun menambahkan, saat ini sebanyak 16 Orang Dalam Pengawasan (ODP) dipulangkan kerumah masing-masing. Ke 16 ODP ini terbagi dari 6 orang dari Desa Baktiseraga, 4 orang dari Gang Durian Desa Sambangan, 2 orang dari Gang Delima Desa Sambangan dan 4 orang dari Desa Pancasari. Semua karena waktu pemantauannya sudah selesai.
”Usai menjalani masa karantina selama 14 hari, 16 ODP tersebut hari ini sudah dipulangkan kerumah masing-masing,” pungkasnya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 979 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 796 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 615 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 571 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik