Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
ODP Corona Meninggal Usai Olahraga Bulutangkis
BERITABALI.COM, NTB.
Sahabudin, 43 tahun, warga Dusun Samak Miring Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, meninggal dunia di Puskesmas Kediri, Minggu (29/3) pukul 18.00 WITA.
[pilihan-redaksi]
Sahabudin merupakan Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19, dan diketahui sebelumnya ada riwayat perjalanan keluar daerah yakni ke pulau Jawa, tepatnya Mojokerto, Jawa Timur, 16 Maret lalu. Berdasarkan keterangan yang diperoleh di Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Barat, sebelum meninggal Sahabudin bersama dengan tiga rekannya bermain bulutangkis.
Tiga rekannya yakni H Zulfikri (43 tahun), Sanhadi (47 tahun), dan Ahmad Yani (37 tahun). Berempat mereka bermain bulutangkis sampai dini hari, pukul 03.00 WITA di rumahnya Sanhadi di Desa Montong Are. Usai olahraga bulutangkis, almarhum Sanhadi merasa batuk-batuk. Oleh rekannya H Zulfikri, almarhumah diberikan kelapa muda untuk diminum.
"Tanggal 23 Maret pulang dari Mojokerto almarhum pakai truk pengangkut barang, dengan ditemani dua rekannya. Keesokan harinya datang ke Pustu Montong dengan keluhan batuk, pilek, pusing, tidak demam, tensi 120/80, dan suhu 36 derajat, "demikian dalam rilis dari Satgas Covid-19 Kabupaten Lombok Barat, Minggu malam.
Dari Puskesmas, Sanhadi yang sudah dibekali obat lanjut pulang. Namun sebelumnya sudah diinformasikan ke Kadus, Kades, dan Babinsa masuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP). Lanjut dalam laporan dijelaskan, tanggal 25 Maret almarhum karena tidak ada keluhan diketahui berolahraga bulutangkis.
Tanggal 27 lapor ke petugas Pustu dengan keluhan hanya batuk. Tanggal 28 tidak ada informasi soal kesehatan almarhum. Hingga pada Minggu (29/3) subuh, pukul 05.00 WITA informasi keluarga pasien kondisi sesak, namu tidak dilaporkan ke petugas. Sekitar pukul 18.00 Wita ODP ini dibawa ke Puskesmas Kediri oleh keluarga.
Namun sebelum diambil tindakan dari pihak medis Puskesmas, pasien diketahui sudah meninggal dunia. Dan dipastikan meninggal dalam perjalanan. Sempat mengalami kendala penanganan karena masuk kategori ODP. Tidak ada yang berani mendekati jenazah almarhum, termasuk keluarga.
Sehingga petugas media menerapkan SOP Covid-19 terhadap jenasah almarhum. Informasi keluarga, Sanhadi yang pekerjaannya sebagai sopir truk barang, jenasahnya langsung dimakamkan dini hari meninggalnya, yakni Minggu (29/3) malam.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1008 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli