Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
China Stop Impor Produk Hasil Laut dari Indonesia, Ini Alasannya
BERITABALI.COM, DUNIA.
China menghentikan sementara impor produk hasil laut atau seafood dari Indonesia. Kantor bea cukai China dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa otoritas pemerintah telah menemukan partikel virus Corona pada kemasan hairtail beku.
Dilansir dari Bloomberg, otoritas China telah menyelidiki daging impor, makanan laut, kemasan dan kemasan sebagai sumber potensial Covid-19 sejak Juni 2020.
Mereka pun memandang serius produk-produk impor, khususnya makanan, setelah berulang kali menemukan partikel virus corona Covid-19 dalam berbagai produk.
Sebelumnya, para peneliti dari Singapura dan Irlandia juga menemukan jejak virus corona pada makanan beku, seperti salmon, ayam dan babi yang berumber dari supermarket di Singapura.
Para peneliti, dilansir dari Fox News, telah menyimpan sampel pada 3 suhu berbeda (4, -20 dan -80 derajat celcius) dan diambil pada suhu tertentu.
Hasilnya, mereka menemukan bahwa makanan beku masih terkontaminasi virus corona Covid-19 3 minggu kemudian di sampel yang didinginkan (4 derajat celcius) dan beku (-20 dan -80 derajat celcius).
"Saat menambahkan SARS-CoV-2 ke ayam, salmon dan potongan daging babi. Tidak ada penurunan virus corona menular setelah 21 hari pada suhu 4 derajat celcius dan -20 derajat celcius yang merupakan suhu standar pembekuan," kata peneliti.
Tapi, apakah penularan virus corona Covid-19 bisa terjadi jika seseorang mengonsumsi makanan beku tersebut?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengatakan semua orang tidak perlu khawatir tentang kemungkinan penularan virus corona Covid-19 dari makanan beku atau kemasan makanan.
Mike Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, mengatakan mestinya orang tidak takut pada makanan, kemasan makanan, proses pengolahan makanan dan pengirimannya.
Sedangkan, peneliti dari Singapura dan Irlandia itu berpendapat bahwa potensi makanan pembawa virus corona Covid-19 ini untuk memacu wabah masih ada. Meskipun risiko penularan virus corona dari makanan sangat kecil.
Meski begitu, mereka juga menegaskan bahwa penularan virus corona Covid-19 dari makanan bukanlah jalur utamanya. Seseorang lebih perlu memahami potensi penularan virus dari barang yang terkontaminasi.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6024 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2666 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2354 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan