Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Sertifikasi Prokes Perhotelan Diyakini Tingkatkan Kepercayaan Wisatawan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sertifikasi protokol kesehatan (prokes) pada hotel diyakini dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan atau tamu yang berkunjung di masa pandemi Covid-19.
Buktinya beberapa event organizer menanyakan mengenai penerapan protokol kesehatan sebelum memilih hotel untuk tempat acara.
“Terdapat manfaat secara bisnis, dikarenakan tamu percaya dan akhirnya menetapkan untuk memilih hotel kami sebagai tempat acara,” ungkap Director of Marketing Communications salah satu hotel di Badung, Melody Siagian saat dikonfirmasi pada Kamis (22/10) malam.

Ia mengakui pemberlakuan sertifikasi protokol kesehatan telah mendorong pelaku pariwisata terutama perhotelan untuk berbenah dan mulai merancang program guna meningkatkan standar kebersihan dan kesehatan, baik bagi karyawan dan tamu. Hotel juga mulai melakukan penambahan fasilitas kebersihan di area hotel mulai dari gerbang masuk, lobi, pintu masuk karyawan dan fasilitas umum lainnya.
Menurutnya, penyediaan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer kini menjadi wajib di hotel di masa pandemi. Kendati belum semua mampu menyediakan fasilitas tersebut tanpa sentuh tangan atau secara digital.
“Digital memang lebih baik pak, tetapi juga dibutuhkan investasi lebih untuk hal ini. Dan dalam sertifikasi juga ditetapkan wajib melakukan disinfektan secara berkala, ini penting untuk beberapa hal yang belum digital,” papar Melody.
Melody berharap sertifikasi ini dapat dilakukan secara berkala dan ditinjau kembali untuk meningkatkan lagi standar yang sudah ada. Tinjauan secara berkala menjadi penting untuk memastikan bahwa hotel terus dan tetap melaksanakan standar protokol sesuai standar sertifikasi pemerintah.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun