Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Disiplin 3M Menjadi Kebiasan Jamaah Masjid Ukhuwah Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meski awalnya canggung menerapkan 3M yakni memakai masker mencuci tangan dan menjaga jarak akhirnya kini telah menjadi kebiasaan jamaah Masjid Ukhuwah Denpasar Bali.
Sejak pandemi virus corona atau Covid-19 melanda Tanah Air termasuk di Bali, pengurus atau Takmir Masjid Raya Ukuwah Jalan Hasanudin, terus melakukan komunikasi, koordinasi dengan aparat desa, tokoh adat hingga Satgas Covid-19 desa, untuk langkah penanganan dan pencegahan.
"Kami senantiasa mendukung himbauan pemerintah seperti saat ibadah pelaksana salayt fardu lima waktu maupun salat jumat tetap menjalankan protokol kesehatan," tutur Asep Wahyudi dari Sekretariat Masjid Ukhuwah ditemui Jumat (30/10.2020).
Pihaknya mendukung program pemerintah dalam upaya penceghan penyebaran Covid-19 di tempat ibadah,
Di Masjid tempat berkumpulnya banyak orang untuk beribadah, menjadi efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pentingnya menerapkan protokol kesehatan atau prokes.
Penerapan prokes telah dijalankan baik di masjid ini, dimulai ketika jamaah datang harus mencuci tangan dengan sabun atau air bersih, melakukan cek suhu tubuh dan memastikan masker telah dugunakan secara benar.
Selain itu, sesuai anjuran pemerntah dalam menjaga jarak maka tempat salat dan jarak atau shaf diatur berjarak sekira 1 meter. Juga, jamah wajib membawa sajadah sendiri dari rumah.
Fasilitas prokses juga disiapkan seperti hand sanitizer yang dipasang di tiang-tiang masjid juga tambahan tempat cuci tangan lainnya di titik strategis.
Saat pandemi ini juga, pihaknya juga membatasi jumlah jamaah dibanding hari nornal mampu menampung 2500 sampai 3000 jamaah. Maka, sekarang dibatasi dengan jarak shaft itu, hanya dipergunakan untuk menampung sekira 500 orang jamaah.
"Alhamdulilah, respon ,jamaah sangat positif, apalagi, kami menjalankan prokes ini sejatinya sejak awal pandemi Covid-19, dan sekarang sudah menjadi kebiasan," katanya.
Jika menilik ke belakang, kata Asep, saat itu terasa agak canggung, aneh, sumuk dan tidak nyaman namun perlahan kini telah menjadi kebiasaan.
"Kami semua lakukan pendekatan persuasif, jika ada yang tidak bawa masker, kami berikan masker dan seterusnya, semua ini dilakukan demi menjaga kesehatan bersama," demikian Asep. (mat)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang