Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Disiplin 3M Menjadi Kebiasan Jamaah Masjid Ukhuwah Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meski awalnya canggung menerapkan 3M yakni memakai masker mencuci tangan dan menjaga jarak akhirnya kini telah menjadi kebiasaan jamaah Masjid Ukhuwah Denpasar Bali.
Sejak pandemi virus corona atau Covid-19 melanda Tanah Air termasuk di Bali, pengurus atau Takmir Masjid Raya Ukuwah Jalan Hasanudin, terus melakukan komunikasi, koordinasi dengan aparat desa, tokoh adat hingga Satgas Covid-19 desa, untuk langkah penanganan dan pencegahan.
"Kami senantiasa mendukung himbauan pemerintah seperti saat ibadah pelaksana salayt fardu lima waktu maupun salat jumat tetap menjalankan protokol kesehatan," tutur Asep Wahyudi dari Sekretariat Masjid Ukhuwah ditemui Jumat (30/10.2020).
Pihaknya mendukung program pemerintah dalam upaya penceghan penyebaran Covid-19 di tempat ibadah,
Di Masjid tempat berkumpulnya banyak orang untuk beribadah, menjadi efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pentingnya menerapkan protokol kesehatan atau prokes.
Penerapan prokes telah dijalankan baik di masjid ini, dimulai ketika jamaah datang harus mencuci tangan dengan sabun atau air bersih, melakukan cek suhu tubuh dan memastikan masker telah dugunakan secara benar.
Selain itu, sesuai anjuran pemerntah dalam menjaga jarak maka tempat salat dan jarak atau shaf diatur berjarak sekira 1 meter. Juga, jamah wajib membawa sajadah sendiri dari rumah.
Fasilitas prokses juga disiapkan seperti hand sanitizer yang dipasang di tiang-tiang masjid juga tambahan tempat cuci tangan lainnya di titik strategis.
Saat pandemi ini juga, pihaknya juga membatasi jumlah jamaah dibanding hari nornal mampu menampung 2500 sampai 3000 jamaah. Maka, sekarang dibatasi dengan jarak shaft itu, hanya dipergunakan untuk menampung sekira 500 orang jamaah.
"Alhamdulilah, respon ,jamaah sangat positif, apalagi, kami menjalankan prokes ini sejatinya sejak awal pandemi Covid-19, dan sekarang sudah menjadi kebiasan," katanya.
Jika menilik ke belakang, kata Asep, saat itu terasa agak canggung, aneh, sumuk dan tidak nyaman namun perlahan kini telah menjadi kebiasaan.
"Kami semua lakukan pendekatan persuasif, jika ada yang tidak bawa masker, kami berikan masker dan seterusnya, semua ini dilakukan demi menjaga kesehatan bersama," demikian Asep. (mat)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan