Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Kemenkes Keluarkan Izin Operasional Laboratorium PCR Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kementerian Kesehatan sudah menerbitkan izin untuk operasional laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng, Bali.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa menjelaskan izin operasional laboratorium PCR di RSUD Buleleng sudah turun pada hari Rabu (25/11) lalu.
Jadi, RSUD Buleleng sudah bisa menjalankan laboratorium PCR tersebut secara mandiri. Sekaligus bisa melaporkan langsung hasil dari pemeriksaan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) RI.
“Hasilnya tidak lagi melalui pihak provinsi. Proses pemberian izin cukup cepat setelah diverifikasi sekali. Tentunya dengan analisa-analisa yang sudah dibuat oleh pemerintah pusat,” jelas Suyasa saat menerima kunjungan kedatangan staf khusus Menteri Kesehatan Mayjen (purn) dr. Daniel tjen, Sp.S. di RSUD Buleleng, Jumat (27/11)
Suyasa menjelaskan dari sisi persyaratan ataupun perlengkapan laboratorium sudah mencukupi. Tidak ada yang perlu ditambah lagi. Namun, yang perlu ditambah adalah kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bisa bertugas di laboratorium PCR. Perlu ada pelatihan kembali dan cukup digelar di Buleleng, tidak perlu lagi ke Denpasar. “Itu mengingat karena sudah ada SDM yang mampu melakukan. Selain itu, laboratoriumnya juga sudah ada dengan alat yang ada,” ujar Gede Suyasa.
Gede Suyasa mengatakan dengan pelatihan SDM akan cukup membantu tim yang sudah ada, selanjutnya bisa diterapkan sistem shift secara bergantian. Untuk saat ini masih bisa ditangani karena pasien covid-19 tidak terlalu banyak. “Masih sangat bisa ditangani. Tentunya kita berharap tidak ada penambahan jumlah kasus. Tapi jika misalnya ada peningkatan, harus disiapkan,” katanya.
Direktur RSUD Buleleng Putu Arya Nugraha menyebutkan jumlah kebutuhan SDM di laboratorium akan tergantung dari tren kasus yang terjadi. Pada intinya, laboratorium PCR RSUD Buleleng sudah mempunyai tenaga terlatih yang diupayakan untuk menjadi pendidik bagi tenaga kesehatan lainnya. Jika kasusnya meningkat, SDM lain akan dimobilisasi untuk magang bekerja bersama tim yang sudah terlatih. “Dan pada akhirnya mereka sudah bisa secara mandiri,” sebutnya.
Untuk saat ini, terdapat satu orang dokter ahli patologi dan lima orang analis di laboratorium PCR RSUD Buleleng. Termasuk SDM penunjang seperti tim IT dan administrator. Untuk pemanfaatan PCR bagi kabupaten lain, sudah dapat diterima. Namun, masih dalam satu shift kerja.
“Baru saja kami membuat surat edaran,” tutup Arya Nugraha. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8022 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5650 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2391 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan