Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sembuh Dari Covid-19, Kini Mulai Aktif Jalankan Usaha

Jumat, 4 Desember 2020, 18:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Ni Nyoman Sunuasih, perempuan ini salah satu penyintas Covid-19 dari Buleleng. Kini, Perempuan yang akrab disapa Mingming ini tampak sehat.

Setelah sembuh, dia mulai bisa kembali menggeluti bisnis pertanian. Mulai dari penjualan buah pisang hingga penjualan berbagai bibit tanaman.

“Saya sendiri tidak pernah tahu, kapan tertular. Tapi mengetahui Covid-19 setelah datang dari Jawa.” kenang Mingming.

Disitulah dia sadar, ditengah pandemi covid-19 penerapan protokol kesehatan sangat penting, kala diluar rumah.

Mingming mulai bercerita, ketika itu, dia sempat pergi ke beberapa kota di Jawa Timur menaiki transportasi umum. Saat pergi, bus yang ditumpangi kosong, masih bisa jaga jarak. Dia ke pergi ke Jawa Timur masih berkait dengan urusan bisnis pertaniannya.

Namun begitu pulang, masih dengan transportasi umum justru sopir dan kondektur bus selalu menaikkan penumpang hingga sesak, tidak lagi bisa berjarak. Di tengah kapal laut, saat menyebrang menuju Bali juga dengan kondisi yang sama, tidak bisa mengatur jarak.

“Beberapa hari setelah itu, saya merasa capek. Badan sangat tidak enak. Saya paksakan bekerja, ke kebun. Namun akhirnya tidak kuat. Saya periksa, ternyata Positif Covid-19. Tidak enak banget,” ujarnya.

Dia merasakan kondisi badan yang tidak beraturan. Mulai dari pegal dan tulang terasa sakit di semua sudut tubuhnya. Kepala yang panas dan berat, serta alami batuk. “Mungkin rasa yang dialami setiap orang berbeda-beda ya, tapi yang jelas tidak enak banget. Namun saya berusaha tenang, minum obat dan istirahat,’ ujarnya. 

Mingming mengaku sempat shock, namun dia buru-buru menangkis perasannya itu. Dia melakukan isolasi mandiri di rumah dengam bimbingan dari tim medis. Usai terkonfirmasi itu, dia mengkonsumsi obat dan vitamin yang diberikan oleh dokter.

“Saya putuskan isolasi mandiri, dengan minum vitamin dan antibiotik dari dokter, serta makan dan minum yang sehat. Saya butuh istirahat saja , begitu saya berfikir. Saya tidak mau stress dan pelan-pelan akhirnya tubuh ini negatif dari covid-19,” ujarnya.

Namun begitu, setelah dinyatakan negative dari hasil tes usap, Mingming tetap melakukan isolasi hampir 10 hari setelahnya.

Mingming berpesan, bahwa covid-19 itu memang ada, bukan konspirasi. Ketika tubuh manusia lemah, imun tidak sehat maka sangat rentan tertular ketika berhadapan dengan orang-orang tanpa gejala. Maka itu, bijak juga jika mengajak orang tua lanjut usia dan harus dijaga kesehatannya.

Mingming berujar bahwa menjaga imun tetap segar sangat penting, walaupun sebenarnya tidak dalam kondisi pandemi sekalipun. Maka itu, pola hidup sehat harus menjadi kebiasaan warga. Selain menerapkan pemakaian masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Pemerintah saat ini sedang gencar kampanye protokol kesehatan terkait dengan 3M, Mingming mengaku semua warga semestinya bisa sadar untuk menerapkan itu. Itu untuk saling menjaga sesame, agar tidak saling menulari.

“Yang sangat tidak kita ketahui kan orang tanpa gejala ini. Saya sendiri tidak tahu tertular oleh siapa karena selam aini merasa berinteraksi dengan orang-orang yang sehat saj, tapi tidak pernah tahu kalau salah seorang dari mereka adalah pembawa,” katanya. (NOV)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Tim Liputan COVID



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami