Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pandemi Covid-19 Percepat Transformasi Digital
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pandemi Covid-19 telah mempercepat transformasi digital, baik di sisi permintaan (demand) maupun pelanggan (customer).
Teknologi digital akan tetap dilakukan dan berpeluang besar untuk tetap digunakan pascapandemi Covid-19. Demikian sesi diskusi “Macro View: Ekonomi Digital Pascapandemi” Indonesia Digital Conference (IDC) 2020, yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Selasa (15/12/2020).
Diskusi yang dipandu Maria Y. Benyamin (Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia) menghadirkan narasumber Mohammad Rudy Salahuddin (Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian), Erwin Haryono (Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia) dan Kaspar Situmorang (Executive Vice President Digital Center of Excellence Bank Rakyat Indonesia).
Dalam paparannya Kaspar mengatakan transformasi digital telah dijalankan BRI sejak 2017, dan menjadi salah satu faktor yang menyelamatkan BRI di masa pandemi. Ia mengatakan digitalisasi yang membuat BRI bertahan di era pandemi.
“Digitalisasi mulai dari kantor pusat hingga cabang di seluruh Indonesia sehingga BRI tidak melakukan PHK, hanya relokasi pekerja contohnya menjadi agen pendamping BRIlink, sehingga bisa menggunakan cash in cash out dan pembayaran lainnya,” kata Kaspar.
Erwin mengatakan pandemi Covid-19 mempercepat transformasi digital, baik di sisi demand (permintaan) maupun customer (pelanggan). Kemunculan fintech sesuatu yang positif, dan sudah ada respon di perbankan. Tapi pandemi telah mempercepat transformasi di sektor keuangan.
“Transformasi di sektor keuangan bukan sesuatu yang mudah. Membuat sebuah bank baru lebih mudah dibandingkan membuat platform,” katanya.
Tahun 2020, meski masyarakat mengalami kesulitan, digital banking tetap bertahan. Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa masyarakat sudah berubah.
Melihat perkembangan teknologi dan dorongan pascapandemi ini merupakan momentum untuk akselerasi ekonomi digital.
Kondisi tersebut tercermin dari perilaku masyarakat yang sebelumnya konvensional kini beralih ke teknologi digital, seperti untuk belanja online dan lain sebagainya.
“Belanja pun yang tadinya hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersier sekarang ditujukan untuk membeli kebutuhan primer seperti makanan dan lain sebagainya,” kata Rudi.
Rudi menambahkan dampak teknologi terhadap aktivitas perdagangan tercermin dari transaksi e commerce, dan kenaikan produk 5 hingga 10 kali. Ini suatu prestasi yang baik yang ikut mendorong kontribusi pertumbuhan ekonomi.
Menurut Rudi, yang perlu didorong dan disiasati bersama dengan membuat aplikasi-aplikasi atau ekosistem ekonomi digital yang lebih baik dan nyaman, sehingga masyarakat lebih senang bertransaksi dengan digital.
Ia menambahkan setiap kementerian dan lembaga memiliki kebijakan terkait ekonomi digital, sehingga perlu dibangun kolaborasi dan dibangun strategi nasional ekonomi digital.
“Saat ini sedang disusun, dan mulai tahun depan bersama-sama dengan seluruh stakeholder dan mengajak AMSI untuk mengikuti pembahasan,” ujar Rudi.
IDC AMSI 2020 dilakukan secara virtual yang diikuti ribuan peserta, baik melalui aplikasi zoom, YouTube dan nonton bareng pengurus dan anggota AMSI di 21 wilayah.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5851 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4603 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2569 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2212 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan