Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Penemuan Orok Bayi dalam Kantong Plastik di Depan Kantor Kades
BERITABALI.COM, NTB.
Orok bayi di dalam kantong plastik ditemukan di depan Kantor Desa Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (26/12) pukul 20.00 WITA.
Penemuan bayi berjenis kelamin perempuan dan dalam kondisi sehat tersebut, diperkirakan 2,5 jam setelah dilahirkan secara normal oleh ibunya sebelum akhirnya dibuang.
Kapolres Lombok Timur melalu Kasubag Humas, Lalu Jaharudin membenarkan penemuan bayi di dalam kantong plastik tersebut dan masih dalam kondisi sehat, yang berjenis kelamin perempuan.
“Orok bayi itu ditemukan sekitar pukul 20.00 WITA oleh Asnawati usia 27 tahun,” jelas Kasubag Humas, Lalu Jaharudin.
Diungkapkan, saat ditemukan, Asnawati hendak menyeberang di jalan raya. Namun tiba-tiba mendengar suara tangisan bayi.
Kemudian dia berjalan sambil mencari tahu, asal tangisan tersebut. Dan setibanya di depan Kantor Desa Masbagik Timur, dia melihat kantong plastik warna hitam yang berisikan orok bayi.
“Asnawati membawa orok bayi ke rumah orang tuanya untuk membuka kantong plastik itu,” ungkap Kasubag Humas Lalu Jaharudin.
Kemudian Asnawati ini mengajak Muhimah seorang kerabatnya, untuk diantar ke Kepala Desa dan melaporkan penemuan bayi tersebut.
Selanjutnya Asnawati bersama Kades membawa orok bayi ke Polindes Masbagik Timur, untuk mendapatkan perawatan.
Sementara itu, Bidan Desa Anwiah menyebutkan, orok bayi tersebut diperkirakan berumur sekitar 2,5 jam yang lalu, berjenis kelamin perempuan, kondisi sehat dan normal.
“Orok bayi ini akan dirujuk ke Puskesmas Masbagik guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif,” tutupnya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun