Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Israel Paling Cepat Vaksinasi Covid-19, Prediksi Februari Bebas Pandemi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Laporan yang dihimpun Our World in Data, Israel tercatat sebagai negara yang paling unggul dibandingkan negara-negara lain dalam upaya vaksinasi Covid-19.
Hal ini dikarenakan Israel hingga kekinian sudah memberikan vaksin covid-19 kepada 1 juta warga dengan tingkat 11,55 dosis vaksin per 100 jiwa penduduk.
Dikutip dari BBC News Indonesia, Laporan tersebut disusun atas kerja sama Oxford University dengan sebuah badan amal pendidikan.
Posisi Israel disusul oleh Bahrain dengan tingkat 3,49 dan Inggris dengan tingkat 1,47.
Bagaimana Israel bisa unggul?
Israel memulai program vaksinasi Covid-19 pada tanggal 19 Desember. Pada tahap sekarang sekitar 150.000 orang per hari mendapat suntikan vaksin. Prioritasnya adalah warga di atas usia 60 tahun, tenaga kesehatan dan kelompok warga yang rentan.
Pihak berwenang menghubungi orang-orang yang masuk prioritas ini melalui sistem pelayanan kesehatan.
Peraturan di negara itu mewajibkan semua warga mendaftarkan diri dengan perusahaan pelayanan kesehatan yang diakui.
Perundingan untuk mendapatkan vaksin telah dimulai sejak pandemi sehingga Israel berhasil mengamankan suplai vaksin dari Pfizer-BioNTech.
Menurut Menteri Kesehatan Yuli Edelstein, seperti dilaporkan YNet TV, vaksin Pfizer, yang harus disimpan pada suhu -70 Celcius, telah dipilah-pilah sejak dalam proses pengiriman.
Dengan cara itu, vaksin dalam jumlah kecil dapat didistribusikan ke tempat-tempat terpencil.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperkirakan negaranya bisa keluar dari pandemi ini pada Februari. Sekarang Israel memberlakukan karantina wilayah secara nasional untuk ketiga kalinya.
Amerika Serikat gagal mencapai sasaran
Laporan Our World in Data juga menunjukkan di antara negara maju yang tertinggal dalam perlombaan program vaksinasi adalah Prancis.
Per tanggal 30 Desember, Prancis baru melakukan vaksinasi terhadap 138 orang saja. Jerman telah memvaksinasi 190.000 sampai Sabtu lalu (02/01).
Organisasi Uni Eropa, termasuk Prancis dan Jerman sebagai anggota, lebih lambat dibandingkan Inggris dan AS dalam memberikan lampu hijau penggunaan vaksin.
Uni Eropa mulai melakukan vaksinasi dengan menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech pada 27 Desember.
Di Jerman sektiar 240.000 orang telah divaksinasi per Minggu (03/01).
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) gagal mencapai sasaran memvaksinasi 20 juta orang sebelum akhir tahun 2020, karena baru 2,78 juta orang yang mendapat vaksinasi sampai tanggal 30 Desember.
Inggris berusaha mengubah strategi penyaluran vaksin dengan memperbanyak warga yang mendapatkan dosis pertama tetapi menunda pemberian dosis kedua.
Lebih dari 600.000 orang telah divaksin sejauh ini di Inggris.
Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Dr Anthony Fauci, sudah menyatakan Amerika tidak akan meniru strategi yang ditempuh Inggris.
Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 telah melebihi 1.845.000 di seluruh dunia. Jumlah terbesar ada di AS, disusul Brasil, India, Meksiko, Italia dan Inggris.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5535 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3481 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2330 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1168 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan