Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Vaksin Sputnik V Rusia Efektif 91,6% Lawan Covid-19
BERITABALI.COM, DUNIA.
Para ilmuwan menyatakan Vaksin Sputnik V buatan Rusia efektif 91,6 persen melawan COVID-19. Hal ini berdasarkan hasil tinjauan sejawat (peer-reviewed) dari uji coba Fase III yang diterbitkan dalam jurnal medis internasional The Lancet pada Selasa, 2 Februari 2021, waktu setempat.
Para ilmuwan mengatakan bahwa hasil uji coba Fase III berarti dunia memiliki senjata efektif lain untuk melawan pandemi Virus Corona mematikan, dan sampai batas tertentu keputusan Moskow untuk meluncurkan vaksin sebelum data akhir dirilis adalah keputusan tepat.
Hasilnya, yang disusun Gamaleya Institute di Moskow yang mengembangkan dan menguji vaksin Sputnik V, sejalan dengan data kemanjuran yang dilaporkan pada tahap awal uji coba yang telah berjalan di Moskow sejak September 2020.
Dalam komentar yang dibagikan The Lancet, Profesor dari University of Reading, Ian Jones, dan Profesor dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, Polly Roy, mengatakan, pengembangan vaksin Sputnik V telah dikritik lantaran tergesa-gesa sebagai jalan singkat semata, dan tidak adanya transparansi.
Namun, hasil yang dilaporkan telah membuktikan bahwa prinsip dalam pengembangan vaksin tersebut sangat jelas.
"Hasil yang dilaporkan di sini jelas dan prinsip ilmiah vaksinasi telah dibuktikan," kata para ilmuan yang tidak terlibat dalam penelitian vaksin Sputnik V, seperti dikutip dari situs Channel News Asia pada Rabu, 3 Februari 2021.
Vaksin ini sekarang dapat bergabung dengan vaksin lain dalam perjuangan untuk memerangi Virus Corona penyebab COVID-19. Hasilnya didasarkan pada data dari 19.866 sukarelawan, seperempat di antaranya menerima plasebo, kata para peneliti, yang dipimpin Denis Logunov dari Gamaleya Institute, dalam The Lancet.
Sejak uji coba di Moskow dimulai, ada 16 kasus gejala COVID-19 yang tercatat di antara orang yang menerima vaksin, dan 62 di antara kelompok plasebo, kata para ilmuwan.
Ini menunjukkan bahwa rejimen dua dosis vaksin Sputnik V, dua suntikan berdasarkan dua vektor adenovirus yang berbeda, diberikan dengan selang waktu 21 hari dan 91,6 persen efektif melawan gejala COVID-19.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5525 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3481 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2325 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1144 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan