Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 26 September 2026
Tips Olahraga Bagi Ibu Hamil
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ibu hamil atau bumil sangat disarankan untuk melakukan olahraga. Hanya saja pilihan olahraga dan intensitas dalam melakukannya harus disesuaikan dengan kesehatan ibu serta kondisi janin.
Dokter spesialis olahraga dr. Andhika Raspati. Sp.KO mengatakan, intensitas olahraga yang direkomendasikan untuk setiap orang adalah 150 menit per minggu.
Meski begitu, ia menyarankan jangan menuntaskan total durasi tersebut dalam satu hari namun 'dicicil' dalam tiga sampai 5 kali dalam seminggu.
"Penting juga orang lagi hamil, pastikan keamanan kehamilannya. Karena ada kita sebut kontra indikasi, orang-orang yang ada masalah dengan kehamilannya. Misalnya ada pendarahan kemudian memang ada masalah pecah ketuban, harus hati-hati. Atau serviks lemah itu juga harus hati-hati," jelas dokter Andhika saat siaran langsung Instagram 'SIKAT Olahraga Pada Kehamilan Dimasa Pandemi', Minggu (7/2/2021).
Setelah memastikan kondisi kesehatan dan janin dalam keadaan baik, dokter Andhika menyarankan agar ibu memulai kebiasaan secara perlahan seperti mencoba olahraga dua kali seminggu dan mengukur intensitas.
Idealnya, menurut dokter Andhika, intensitas waktu olahraga adalah dengan mengukur jumlah denyut nadi. Tetapi cara manual juga bisa dilakukan dengan melakukan talk test.
"Saat latihan seberapa gampang atau seberapa susah untuk ngomong. Kalau misalnya saat lari diajak ngomong jawabnya sudah berat, kata per kata dijeda itu artinya sudah berat intensitasnya. Untuk orang-orang baru mulai, jangan gitu dulu. Jangan sampai napas tersengal-sengal," sarannya.
Intensitas dikatakan masih ringan jika selama olahraga masih mampu bernyanyi, kata dokter Andhika. Sedangkan, jika tak mampu menyanyi tapi masih bisa diajak bicara tanpa tersengal, artinya intensitas olahraga sedang.
"Kehamilan bukan alasan untuk tidak olahraga. Kecuali kalau memang ada masalah. Tapi kalau kehamilan lancar silakan latihan fisik. Karena bisa membantu persalinan, menjaga berat badan ibu terlalu berat, bisa menghindari berbagai penyakit. Tapi perhatikan kondisi badan. Tubuh sesehat apa, kehamilan sesehat apa, dan kita sebugar apa," tutupnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8462 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5815 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3640 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2467 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar