Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 1 Oktober 2026
Pertama di Bali, Jembrana Luncurkan Aplikasi "Jembrana Emergency Service"
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Guna memberikan layanan prima dan kenyamanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jembrana meluncurkan layanan berbasis IT “Jembrana Emergency Service” (JES), Jumat (05/03/2021).
Layanan JES berbentuk aplikasi “Speed ID” yang dapat diunduh pada smartphone. JES memiliki 10 jenis layanan yang akan memudahkan masyarakat melaporkan situasi darurat yang dihadapi di wilayah kabupaten jembrana. Acara peluncuran ditandai dengan simulasi terhadap sepuluh jenis layanan kedaruratan yang disiarkan secara live streaming di Youtube Jimbarwana TV. Launching aplikasi Jembrana Emergency Service yang juga ditandai dengan penandatanganan MoU program Smart City.
Kepala Dinas Kominfo Jembrana Made Gede Budhiarta mengatakan Aplikasi JES adalah salah satu aplikasi smart city yang dirancang dan dibangun dengan kerja sama dengan salah satu pengembang program smart city lokal yaitu PT Bamboo Media, dimana aplikasi ini pengguna (user) adalah masyarakat, dan pengelolaannya adalah beberapa OPD pengelola layanan yang berkaitan dengan kedaruratan dan kebencanaan, diantaranya, BPD, Satpol PP, Dinas Kesehatan (RSU, Puskesmas), Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan pangan.
“Masyarakat dapat mendownload aplikasi di Play Store atau App Store dengan langkah langkah mendownload aplikasi Speed ID, kemudian Sign Up, pilih kabupaten Jembrana kemuadian klik SpeedSOS. Kemudian pada aplikasi akan ada tampilan menu, dan icon terkait situasi kedaruratan, misalnya ada gambar api untuk laporan kebakaran, hewan liar, bencana, dan lainnya,” kata Budhiarta.
Budhiarta menambahkan, aplikasi ini dirancang sangat sederhana dan mudah digunakan, hal ini sesuai dengan filosofi makna kedaruratan yang artinya memerlukan penanganan cepat sehingga masyarakat yang sudah mendownload aplikasi ini dengan sangat mudah menyampaikan laporan sesuai situasi kedaruratan yang terjadi, dan laporan itu segera terkirim ke dashboard masing – masing OPD pengelola layanan.
“Untuk OPD eksekutor akan menerima notifikasi dan bunyi sirine serta identitas pelapor (nama, alamat, nomor WA, NIK) serta lokasi pelapor. Untuk selanjutnya dikonfirmasi oleh petugas dan ditindaklanjuti sesuai SOP masing – masing,” imbuhnya.
Sementara Bupati I Nengah Tamba bersyukur hari ini dapat meluncurkan layanan Jembrana Emergency Service (JES). Ini merupakan jawaban dari tantangan efisiensi dalam rangka pendekatan pelayanan kepada masyarakat. selain sebagai salah satu realisasi terhadap program unggulannya. namun diperingatkannya agar masyarakat tidak menggunakan aplikasi ini sebagai bahan guyonan.
.jpg)
“ini salah satu bentuk layanan yang mendekatkan masyarakat dengan pelayanan, tapi saya ingatkan agar jangan aplikasi ini digunakan untuk bercanda dengan laporan palsu,” ucap tamba.
Menurutnya lagi aplikasi ini adalah sebuah awal, kedepan akan disinergikan dengan aplikasi lain sehingga terdapat 1 aplikasi untuk segala kebutuhan di kabupaten Jembrana.
”ini baru awal, nanti kita kembangkan menuju 1 aplikasi untuk Jembrana,” tutup Tamba.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 121 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 102 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 71 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 45 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 37 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar