Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Pria Gangguan Jiwa Bacok Seorang Warga, Korban Mengalami Luka Robek di Bagian Leher
beritabali.com/ist/suara.com/Pria Gangguan Jiwa Bacok Seorang Warga, Korban Mengalami Luka Robek di Bagian Leher
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Saharuddin (32) warga Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, mengalami luka. Korban dibacok oleh seorang pria diduga mengalami gangguan jiwa, pada Rabu (31/3/2021).
Kapolsek Tamiang Hulu Iptu Delyan Putra mengatakan, korban dibacok saat sedang tertidur di rumahnya.
"Korban mengalami luka robek di bagian leher," kata Delyan, dilansir Antara, Kamis (1/4/2021).
Pelaku masuk lewat pintu depan sambil memegang sebilah parang, lalu ke kamar dan melakukan penyerangan. Korban yang terluka lari ke dapur meminta pertolongan tetangga.
"Istri korban sedang berada di dapur sempat melihat pelaku melarikan diri lewat pintu depan. Akibat serangan pria gangguan jiwa itu, korban mengalami luka bacok di leher," katanya.
Korban sudah dibawa ke Puskesmas Bandar Pusaka untuk mendapatkan penanganan medis. Sedangkan, pelaku diamankan di Mapolsek Tamiang Hulu.
"Antara korban dengan pelaku sama sekali tidak pernah memiliki masalah. Namun, dari keterangan perangkat kampung dan masyarakat setempat, pelaku mengalami gangguan gila," tukasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4472 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2266 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1571 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1447 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun