Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kajeng Kliwon, 10 Siswa SMPN 3 Manggis Kesurupan

Jumat, 25 September 2026, 13:13 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kajeng Kliwon, 10 Siswa SMPN 3 Manggis Kesurupan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Suasana belajar di SMP Negeri 3 Manggis, Karangasem, mendadak heboh pada Jumat (25/9/2026). Sejumlah siswa menangis dan menjerit hingga diduga mengalami kesurupan secara beruntun di dua ruang kelas.

Peristiwa tersebut terjadi bertepatan dengan Hari Kajeng Kliwon, Jumat (25/9/2026). Kejadian bermula di ruang kelas 8.2 dan 8.3. Dari awalnya satu siswa, kondisi tersebut kemudian terjadi pada total 10 siswa.

Kepala SMPN 3 Manggis, I Ketut Gunawan, mengatakan kejadian bermula ketika seorang siswa tiba-tiba menangis saat proses pembelajaran berlangsung. Tangisan tersebut kemudian diikuti siswa lainnya.

“Awalnya katanya satu siswa menangis di kelas. Setelah itu merembet, mungkin dia menjerit sehingga yang lainnya terpengaruh,” kata Gunawan saat dikonfirmasi via telepon.

Menurut Gunawan, kondisi tersebut membuat suasana di dalam kelas menjadi panik. Sejumlah siswa lainnya ikut menangis dan menjerit hingga kejadian terjadi di dua ruang kelas.

Saat peristiwa berlangsung, Gunawan mengaku sedang berada di lokasi lain untuk mengikuti kegiatan sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Setelah menerima laporan, guru-guru langsung membantu menenangkan para siswa.

Pihak sekolah juga meminta bantuan komite sekolah untuk mendukung proses penanganan. Setelah sekitar 30 menit, kondisi para siswa berangsur-angsur reda dan mereka kembali tenang.

“Guru-gurunya juga sudah membantu. Sekitar setengah jam sampai akhirnya reda,” jelasnya.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Kajeng Kliwon, salah satu hari yang memiliki makna khusus dalam tradisi Hindu Bali. Menyikapi kejadian tersebut, pihak sekolah berencana melakukan caru dan pepiuning di ruang kelas yang menjadi lokasi kejadian sebagai bentuk upaya niskala sekaligus memohon agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Mudah-mudahan besok kami mengadakan caruan, mengatur piuning di kelas itu. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” kata Gunawan.

Gunawan memastikan kondisi para siswa saat ini telah kembali normal. Pihak sekolah juga tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa setelah kejadian tersebut.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami