Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 22 Oktober 2026
Cerita Patung Orang Belanda di Museum Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di Denpasar Bali, ada museum kecil tapi menarik dengan barang bersejarah yang disebut Museum Bali. Arsitek Jerman, Curt Grundler, merancangnya tahun 1910 sebagai museum etnografi.
Untuk memastikan bahwa konsep bangunannya yang berbentuk pura Bali tampak realistis, dia memakai seniman Bali sebagai penasihat. Tahun 1917, museum tersebut hancur akibat letusan gunung berapi Batur dan gempa bumi yang menyusul.
Atas inisiatif seniman asal Jerman Walter Spies, museum tersebut dibangun kembali dalam bentuknya yang sekarang. Walter Spies kemudian menjadi kurator pertama.
"Jika memasuki museum dari alun-alun, kita akan melihat sebuah patung orang Belanda bertopi yang membawa kantong uang. Ini adalah simbol eksploitasi para penjajah terhadap orang Indonesia," tulis Horst Henry Geerken, seorang warga Jerman, dalam bukunya "A Magic Gecko".
"Di halaman sebelahnya, kita akan melihat patung lain sebagai pendamping. Patung tersebut menggambarkan orang Belanda yang sedang mabuk, juga bertopi, tapi hidungnya yang merah karena mabuk dicat di wajahnya yang putih. Saya diberitahu di museum bahwa orang Belanda menawarkan sejumlah besar uang agar patung yang memalukan ini dibuang," tulis Henry saat mengenang kembali kunjungannya ke Museum Bali tahun 1964 silam.
Pada awal tahun 1960-an, kata Henry, ada juga patung orang Belanda yang membawa sekantong uang di dinding sebelah utara yang mengelilingi Kerta Gosa, istana kerajaan di Klungkung. Patung ini juga sudah dibuang.
Di seantero daerah Bali, waktu itu, masih terdapat berbagai patung yang menggambarkan para penjajah Belanda. Seiring waktu, patung-patung orang Belanda itu mulai disingkirkan.
"Kita hanya bisa menebak kenapa patung-patung tersebut terkonsentrasi di situ saja. Asumsi saya pasti ini berhubungan dengan perang Puputan yang terjadi tahun 1908,"tulisnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4509 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2133 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2096 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1688 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1665 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan