Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BATIC 2026 Dorong Kolaborasi Ekosistem Digital Asia Pasifik

Rabu, 26 Agustus 2026, 22:36 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/BATIC 2026 Dorong Kolaborasi Ekosistem Digital Asia Pasifik.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, menjadi momentum bagi TelkomGroup dan pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem digital di kawasan Asia Pasifik.

Gelaran BATIC ke-11 yang berlangsung di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Rabu (26/8/2026), mengangkat pentingnya kolaborasi di tengah perkembangan teknologi digital, cloud computing, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, mengatakan perkembangan platform digital saat ini semakin cerdas, terdistribusi dan terintegrasi dengan berbagai sektor perekonomian. Di balik perkembangan tersebut, konektivitas menjadi fondasi utama yang memungkinkan ekosistem digital terus berkembang.

"Konektivitas kini bukan lagi sekadar infrastruktur yang membawa informasi, tapi juga menjadi fondasi tempat ekonomi digital masa depan akan dibangun," kata Dian saat membuka BATIC 2026 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8/2026).

Menurut Dian, perubahan lanskap digital membuat pembangunan infrastruktur tidak dapat lagi dilakukan secara sendiri-sendiri. Pertumbuhan ekonomi digital pada fase berikutnya membutuhkan keterhubungan berbagai pihak dalam satu ekosistem.

Karena itu, TelkomGroup menjadikan kolaborasi sebagai salah satu fondasi utama untuk menangkap peluang pertumbuhan ekonomi digital sekaligus membangun konektivitas yang semakin luas.

Telkom terus memperluas infrastruktur digital untuk menghubungkan Indonesia dengan berbagai negara di dunia. Sebaliknya, infrastruktur tersebut juga menjadi jalur untuk membawa peluang digital global masuk ke Indonesia.

Dian mengatakan meningkatnya permintaan membuat pembangunan infrastruktur digital tidak lagi sekadar menghubungkan satu titik dengan titik lainnya. Kemampuan berbagai infrastruktur juga perlu diintegrasikan agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi ekosistem digital.

"Kita juga perlu menghubungkan kemampuan dari setiap infrastruktur ini bersama-sama," papar Dian.

Integrasi tersebut, lanjut Dian, akan mengubah fungsi infrastruktur dari sekadar penyedia kapasitas menjadi bagian penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi digital.

"Ketika kemampuan beroperasi sebagai satu ekosistem terintegrasi, infrastruktur menjadi lebih dari sekadar kapasitas. Ia menjadi platform pertumbuhan digital," tandas Dian.

Telkom Perkuat Infrastruktur Strategis

Dian mengatakan TelkomGroup juga terus melakukan transformasi melalui TLKM 30. Transformasi tersebut diarahkan untuk membuat perusahaan lebih fokus, gesit dan berorientasi terhadap kebutuhan pelanggan.

Salah satu bagian dari transformasi tersebut adalah melakukan perampingan dan memusatkan perhatian pada sektor yang dinilai mampu menciptakan nilai terbesar.

Infrastruktur strategis seperti fiber optik, menara telekomunikasi, pusat data dan kabel laut menjadi bagian penting yang terus dikembangkan. Infrastruktur kabel laut khususnya memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas internasional.

Dian menegaskan TelkomGroup terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam membangun ekosistem konektivitas global, baik sebagai mitra, penghubung maupun penggerak ekosistem.

"Karena masa depan konektivitas tidak akan dibangun oleh satu perusahaan, satu industri, atau satu negara. Masa depan itu akan dibangun bersama," tutup Dian.

Adopsi AI Dorong Lonjakan Kebutuhan Infrastruktur

Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba mengatakan kolaborasi semakin diperlukan seiring meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur dan layanan digital.

Menurut Budi, adopsi cloud secara tahunan telah tumbuh sekitar 30 persen. Namun, dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan tersebut semakin terdorong oleh perkembangan teknologi AI.

"Lonjakan permintaan hingga 10 hingga 20 kali lipat yang dipicu oleh AI ini," ungkap Budi dalam sesi panel BATIC 2026.

Pertumbuhan permintaan yang sangat cepat tersebut membuat tantangan industri tidak lagi hanya berkaitan dengan bagaimana memperoleh pasar. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan kapasitas infrastruktur tersedia dalam jumlah yang cukup dan dapat dibangun sesuai kebutuhan.

"Menurut saya, itu adalah tantangan besar. Jadi, itulah salah satu alasan mengapa kami terus membangun memperluas infrastruktur dan mengembangkan pertumbuhan platform digital," ujar Budi.

Perkembangan AI, cloud, dan berbagai platform digital diperkirakan akan terus meningkatkan kebutuhan terhadap konektivitas dan pusat data. Kondisi tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas antara operator telekomunikasi, penyedia infrastruktur, platform digital dan berbagai pemangku kepentingan di kawasan Asia Pasifik.

BATIC 2026 pun menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku industri untuk memperkuat kerja sama dan menyatukan berbagai kemampuan dalam membangun ekosistem digital yang lebih terintegrasi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami