Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Seorang Ayah Perkosa Anak Kandung Lima Kali Hingga Hamil
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang petani tega memperkosa anak kandungnya yang masih berusia 16 tahun. Dia tega memperkosa anaknya yang masih pelajar hingga hamil.
Peristiwa petani perkosa anak kandung itu terjadi di Kabupaten Torjaja Utara, Sulawesi Selatan.
Kapolres Toraja Utara AKBP Yudha Wirajati mengatakan, peristiwa ayah perkosa anak kandung itu bermula ketika mereka hanya hidup berdua. Ibu korban atau istri dari petani tersebut telah meninggal dunia.
"Korban dan pelaku tinggal bersama satu rumah, ibu korban sudah meninggal dunia," kata Yudha dilansir dari BatamNews.co.id -- jaringan Suara.com, Minggu (11/4/2021).
Dia mengungkapkan, petani itu sudah memperkosa anaknya sebanyak lima kali sejak Desember 2020.
Kemudian pada Februari 2021, korban diduga hamil. Kecurigaan itu muncul dari tante korban.
Saat ditanya, korban pun mengaku hamil setelah terakhir mengalami menstruasi pada Januari 2021.
"Diakui korban dihamili oleh bapaknya," katanya.
Tante korban pun langsung melaporkan pelaku ke polisi. Sehingga, pelaku pun ditangkap di rumahnya, Jumat (9/4/2021).
Kini, petani tersebut dijerat Pasal 81 Ayat 1 dan Ayat 3 Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.
"Tersangka telah ditahan di rutan Polres Toraja Utara," tutur Yudha.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5522 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3480 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2325 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1144 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan