Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Google Sediakan Sistem Deteksi Gempa di Ponsel Android
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sistem deteksi dan peringatan gempa berbasis Android dihadirkan Google untuk mengatasi celah di wilayah yang minim seismometer dan sistem peringatan dini untuk beberapa wilayah di dunia.
Mengutip The Verge, Kamis (29/4/2021), ini menjadi upaya pertama kali yang diluncurkan Google untuk menangani potensi gempa langsung dari smartphone. Sistem ini akan hadir di Yunani dan Selandia Baru.
Cara kerjanya, perangkat Android akan merasakan gelombang awal yang ditimbulkan dari efek gempa. Google kemudian menganalisis data dari ponsel dan mengirimkan peringatan secara otomatis ke pengguna di wilayah yang terkena dampak.
Sistem ini bisa berfungsi apabila ponsel sudah dilengkapi dengan akselerometer yang dapat mendeteksi pergerakan. Akselerometer juga dapat mendeteksi gelombang primer dan sekunder.
"Sistem ini hampir sama dengan seismometer mini, yang nantinya akan bergabung dengan jutaan ponsel Android di luar sana untuk membentuk jaringan pendeteksi gempa terbesar di dunia," ungkap Google.
Akan tetapi, ada beberapa batasan pada sistem tersebut. Pengguna yang paling dekat mungkin tidak akan mendapatkan notifikasi peringatan dini karena mereka bakal menjadi orang pertama yang mendeteksi gempa.
Namun, perangkat mereka akan membantu memberikan peringatan dini kepada pengguna yang lebih jauh. Peringatan dari pengguna yang lebih dekat dengan lokasi gempa juga memberi waktu untuk berlindung ke pengguna lain yang lebih jauh.
Fitur ini sebenarnya sudah diuji coba di California, Amerika Serikat, pada tahun lalu. Dalam penerapannya, Google bekerja sama dengan Survei Geologi Amerika Serikat dan Kantor Layanan Darurat Gubernur California untuk mengirimkan peringatan dini gempa bumi ke pengguna Android di sana.
Sistem deteksi gempa ini juga sudah tersedia di Oregon yang kemudian akan diperluas ke Washington pada bulan Mei.
Tahun lalu, Google mulai mengumpulkan data gempa bumi dari perangkat smartphone. Perusahaan kemudian menggunakan data tersebut untuk memberikan informasi kepada pengguna jika mereka menelusuri keyword 'gempa bumi' atau 'gempa bumi di dekat saya' ke ponsel pengguna.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2945 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun