Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Ibu Yang Cekoki Bayinya Vape Diburu Polisi, Ayah Minta Maaf
BERITABALI.COM, DUNIA.
Polisi Malaysia sedang memburu seorang ibu yang memberikan bayinya rokok elektrik atau vape dan sang ayah menyampaikan permohonan maaf.
Menyadur World Of Buzz, Sabtu (8/5/2021) Asisten Direktur Divisi Investigasi Seksual, Wanita dan Anak (D11), Asisten Komisaris Siti Kamsiah Hassan menjelaskan belum ada laporan polisi yang dibuat terkait video tersebut.
Harian Metro melaporkan jika pihak berwenang sedang mencari pemilik akun tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut dan untuk menyelamatkan anak tersebut.
Ayah bayi itu mengungkapkan bahwa video tersebut dibuat hanya untuk 'lelucon'.
"Terima kasih atas semua nasihatnya, saya minta maaf karena salah mendidik anak saya. Saya tidak memaksa atau melecehkannya, saya hanya bercanda," katanya dalam sebuah postinganan Facebook yang dilihat oleh Info Roadblock JPJ/POLIS.
Sang ayah bayi tersebut juga menjelaskan jika bayinya memiliki keinginan yang kuat akan benda atau sesuatu yang baru dan tidak bisa dibendung.
"Siapapun yang mengikuti istri saya harus tahu bagaimana anak saya. Dia cukup tangguh dan kasar dan suka bermain dengan benda-benda yang bukan mainan atau untuk anak-anak. Jika dia menginginkan sesuatu, dia harus memilikinya." jelasnya.
"Apapun itu, saya ingin meminta maaf atas kesalahan saya. Terima kasih banyak kepada mereka yang menunjukkan perhatian kepada saya, saya memaafkan semua yang tidak tahu cerita itu." tegasnya.
Kasus tersebut menyebar ketika sang ibu memposting sebuah video yang memperlihatkan dia memberikan rokok elektrik atau vape ke bayinya.
Sang ibu tersebut membela diri dengan mengatakan bahwa dia dapat melakukan apa yang dia suka karena bayi itu adalah anaknya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun