Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Yadnya Kasada di Bromo Tetap Digelar Saat Pandemi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Yadnya Kasada di Gunung Bromo dilakukan terbatas hanya untuk warga Tengger dan tertutup bagi wisatawan.
"Yadnya Kasada tahun ini dilaksanakan terbatas tanpa dihadiri wisatawan terkait dengan situasi pandemi COVID-19 dan mengantisipasi adanya klaster Yadnya Kasada," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Probolinggo Yulius Christian, Jumat (25/6/2021) dikutip dari Liputan6.com.
Setelah Mendak Tirta atau pengambilan air suci hingga Makemit, masyarakat Tengger melaksanakan Melasti yang merupakan rangkaian kegiatan pada upacara perayaan Yadnya Kasada pada Kamis (24/6/2021) siang di Pura Luhur Poten di kaki Gunung Bromo.
Perayaan Yadnya Kasada adalah sebuah upacara adat umat Hindu masyarakat Tengger yang diselenggarakan setiap tahun pada hari ke empat belas bulan Kasada dan upacara yang selalu berlangsung pada saat bulan purnama.
Tradisi Melasti di Pura Luhur Poten itu terlaksana sebelum prosesi acara atur sungguh pada perayaan Yadnya Kasada dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di tengah-tengah pandemi COVID-19.
"Panitia Kasada mengikuti tes cepat antigen di pos kesehatan tepatnya di pintu masuk Pura Luhur Poten, sehingga seluruh warga Tengger yang mengikuti Kasada harus di swab antigen," katanya dikutip dari Antara.
Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menyampaikan pesan agar kegiatan Yadnya Kasada itu benar-benar menerapkan protokol kesehatan agar bisa melindungi masyarakat dari penyebaran virus corona khususnya di wilayah Kecamatan Sukapura.
"Perayaan Yadnya Kasada itu sengaja dilakukan untuk warga Tengger hanya wilayah sekitar Gunung Bromo dan tanpa ada wisatawan," tuturnya.
Masyarakat suku Tengger di Kawasan Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo, melaksanakan Mendak Tirta yang merupakan proses pengambilan air suci.
Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo menyatakan masyarakat Tengger telah bersepakat bahwa Yadnya Kasada hanya dilaksanakan secara terbatas.
"Sehingga tidak memberikan kesempatan bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara karena pandemi COVID-19 tergolong masih tinggi dan mengantisipasi terjadinya klaster baru Yadnya Kasada," katanya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 577 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 448 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 438 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan