Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Jenazah Pasien Covid-19 Dikubur Keluarganya Sendiri
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Jenazah pasien Covid-19 di Gresik Jawa Timur ini terpaksa dimakamkan keluarganya sendiri lantaran diduga terjadi miskomunikasi dengan pengelola makam. Peristiwa ini terjadi di TPU Tlogopojok, Gresik. Keluarga terpaksa memakamkan jenazah Romlah (59) dengan tangan kosong, tanpa sekop dan peralatan lainnya.
Insiden ini berawal saat pemakaman jenazah Covid-19 bernama Romlah, warga Jalan Gubernur Suryo 2B Gresik. Setelah pelaksanaan salat jenazah pada Minggu sore (27/6/2021) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu tim pemulasaran jenazah puskesmas di makam tidak menemukan peralatan penguburan makam, seperti cangkul, sekop, dan lainnya.
Hal ini membuat salah satu keluarga almarhumah mencari-cari hingga ke kantor sekretariat pengurus kawasan pemakaman, tetapi tetap tidak ditemukan. Alhasil, agar tidak menunda waktu karena kondisi mulai hujan deras, dengan terpaksa pihak keluarga almarhumah dibantu beberapa warga yang hadir menguburkan jenazah menggunakan tangan kosong tanpa alat bantu.
Keluarga mendatangi kantor sekretariat lagi dibantu petugas kesehatan untuk konfirmasi perihal prosesi penguburan yang terkesan tidak sewajarnya itu. Sempat terjadi adu mulut antara pihak keluarga, petugas pemulasaran jenazah Puskesmas Nelayan dan Pengurus Kawasan Pemakaman.
Pengurus TPU Tlogopojok Suwito menyebutkan, pemakaman Covid-19 penguburannya hanya boleh dilaksanakan oleh orang yang menggunakan APD Prokes. Dimana itu merupakan tanggung jawab yang pakai APD Prokes, dan itu di luar ketentuan prosesi pemakaman yang biasanya.
"Jadi memang untuk penggalian liang lahat dari kami, tetapi untuk pengangkatan dan penguburan jenazah Covid-19 itu di luar kami, karena harus menggunakan APD Prokes (protokol kesehatan)," katanya.
"Jika pihak keluarga mau menggunakan jasa para penggali dari kawasan makam Tlogopojok untuk mengangkat dan menguburkan Jenazah, ada biaya tambahan sebesar Rp300 ribu per orang, jika 6 orang ya tinggal dikalikan saja," ujar Suwito, Minggu (27/6/2021).
Sementara itu, pihak keluarga almarhumah Nurul menyayangkan keterangan yang disampaikan oleh pengurus TPU Tlogopojok. "Sebelumnya tidak ada pembicaraan pihak pengurus makam terkait persoalan tersebut. Alhasil ada prosesi yang terhambat dalam pemakaman sang ibunya," kata Nurul.
Senada dengan petugas pemulasaran Puskesmas Nelayan yang menyesalkan adanya insiden miskomunikasi antara pengurus pemakaman dengan keluarga almarhumah pasien Covid-19.
Akibat hal ini pihak keluarga ahli waris sempat memintai pertanggungjawaban, namun akhirnya setelah melalui pemahaman bisa ditemukan solusi. "Tugas kami hanya membantu terkait protokoler kesehatan pemakaman Covid-19, baik alat APD maupun penyemprotan Disinfektan, untuk ketentuan tambahan biaya penguburan dan lainnya itu di luar tanggung jawab kami," katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 539 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 395 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 394 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan