Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Saksi: Mesin Kapal Berbunyi, Lalu Mati dan Tenggelam dengan Cepat
Tenggelamnya KMP Yunicee
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
KMP Yunicee yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk Jembrana Bali, yang semestinya sandar di dermaga Pelabuhan Gilimanuk pukul 19.00 wita mengalami kecelakaan dan tenggelam, Selasa (29/6/2021) kemarin.
Dari informasi yang diperoleh, dugaan sementara yang dialami oleh kapal naas tersebut yakni "black out". Gelombang dan arus laut sangat kuat sehingga kapal Yunicee yang mengangkut puluhan penumpang dan berbagai jenis kendaraan terseret sekitar 3 kilometer kemudian miring dan tenggelam dalam hitungan detik.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu korban selamat Kusniadi (38) seorang sopir asal Desa pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Saat dimintai keterangan di Puskesmas II Melaya, Kusniadi menceritakan jika kapal yang ditumpanginya ini tenggelam sangat cepat. Dalam hitungan detik saja kapal dengan panjang 56,5 X 8,6 meter langsung karam.
“Kejadiannya sangat cepat, dalam hitungan detik. Saya langsung melompat dari kapal tanpa menggunakan pelambung. Saya lihat ada beberapa penumpang sedang mengambil pelampung di dek atas, Tapi saya lihat merek terjebak (di dek) karena keburu kapal tenggelam,” ungkapnya.
Kusniadi menambahkan, saat berenang dia juga melihat anak kecil meminta tolong. Saat itu juga dirinya berusaha menyelamatkan anak tersebut hingga ada nelayan yang menyelamatkannya.
“Sebelum tenggelam, saya melihat dan mendengar suara mesin kapal dut..dut..kayak mesin mau mati. Kemudian kapal miring, para penumpang langsung panik dan berusaha menyelamatkan diri. Ada yang mau mengambil "life jaket" ke dek atas kapal,” imbuhnya.
Sesaat kapal belum tenggelam, ia mengaku tidak ada pemberitahuan dari petugas kapal jika kapal sedang dalam darurat. Hingga saat ini korban meninggal KMP Yunice yang sudah meninggal sebanyak 7 orang, 5 korban sudah teridentifikasi dan 2 korban masih belum diketahui identitasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun