Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Nakes Terpapar Covid-19, Tenaga Tracing di Kuta Utara Terbatas
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kecamatan Kuta Utara mencatat Per Kamis (29/7) lalu, jumlah kumulatif kasus Covid-19 mencapai 3.148 kasus.
Maka itu, penguatan tracing di sejumlah wilayah terus dilakukan, meski kekurangan tenaga tracing di lapangan karena beberapa terpapar covid-19, sehingga dilakukan isolasi.
Hal itu disampaikan, Camat Kuta Utara, I Putu Eka Pramana, saat dihubungi, Jumat (30/7) di Badung. “Dari tenaga puskesmas yang kami miliki, yang bertugas untuk tracing sebanyak 16 orang. Kemarin-kemarin kami sangat kewalahan melakukan tracing di masing-masing desa,” jelasnya.
Pihaknya pun berupaya melakukan langkah-langkah koodinasi dengan TNI-Polri dalam membantu tim di lapangan guna melakukan tracing. Termasuk, lanjutnya, melakukan pengangkutan orang terkonfirmasi poitif Covid-19 ke tempat isolasi terpusat.
“Kami minta bantuan kepada TNI-Polri untuk membantu kami melakukan tracing dan pengangkutan ke isolasi terpusat. Terutama polisi-polisi yang baru tamat itu. Namun jumlahnya kami belum tahu jelas, karena tergantung penugasan dari atasannya juga,” ucapnya.
Dalam melacak satu kasus, setidaknya 30 orang harus ditelusuri riwayat kontaknya. Kemudian dari 30 orang tersebut, minimal 10 orang yang kontak erat dilakukan tes untuk memastikan rantai penularan yang kemungkinan terjadi. Karena kekurangan tim tracing, tim yang ada pun harus bekerja ekstra.
“Staf puskemas kami, paginya melakukan rapid tes antigen, setelah itu sorenya tambah lagi kerjanya untuk melakukan tracing apabila ada temuan kasus,” katanya.
Dari hasil tracing bila menemukan kasus terkonfirmasi positif, pihaknya langsung melakukan pendekatan-pendekatan agar yang terkonfirmasi positif ini mau diarahkan untuk menjalani isolasi terpusat. Meski diakui juga sering terjadi penolakan ketika diminta menjalani isolasi terpusat.
Pihaknya pun tidak bisa terlalu memaksa, mengingat ada aturan yang memungkinkan seseorang untuk isolasi mandiri.
“Untuk bisa isolasi mandiri pun kami cek apakah memenuhi syarat. Minimal kamar dan toiletnya tidak campur aduk dengan keluarga. Jika rumahnya tidak memadai untuk melakukan isoman, kami sarankan untuk terpusat. Karena lebih aman dan sudah disiapkan oksigen bila timbul gejala,” pungkasnya.
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1980 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun