Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Kiat Bertahan Saat Pandemi, Pelaku Usaha: Syukuri yang Ada
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pelaku usaha di Bali memang telah memiliki strategi tersendiri agar mampu bertahan di saat pandemi. Seperti yang dilakukan pelaku usaha kuliner di kawasan Nusa Dua yang merupakan Generasi Kedua Ulam Restoran, Tri Darmaja.
Ditemui pada Minggu, (1/8) di Badung, ia mengaku cukup dengan mensyukuri apapun terjadi dalam kondisi saat ini agar semua berjalan dengan baik.
"Dalam kondisi Pandemi ini kami belajar banyak hal, salah satunya, mensyukuri apa yang ada di depan mata. Sehingga walau mengalami penurunan dalam jumlah tamu kami tetap melihat dari sudut pandang positif. Tidak hanya menjadi semangat untuk saya sebagai generasi kedua, akan tetapi untuk tim terlibat di dalam Ulam Restaurant ini," paparnya.
Dirinya telah melakukan antisipasi dengan berembuk sebelum Pandemi berlangsung seperti saat erupsi Gunung Agung beberapa tahun silam dimana sekeluarga berkumpul mendiskusikan berbagai hal dan tiba di kesimpulan bahwa usaha ini akan sangat rawan jika hanya mengandalkan industri pariwisata saja, sehingga restoran Ulam difokuskan di satu lokasi saja yaitu di kawasan Nusa Dua.
"Walau ternyata semua perencanaan tidak dapat berjalan mulus dengan adanya pandemi ini yang mempengaruhi hampir semua sektor usaha yang ada," ucapnya.
Namun demikian, ia tetap berupaya dalam menjaring pelanggan yakni lewat pendekatan online yang telah dimulai sejak awal. Selain itu juga melakukan inovasi terhadap produk.
"Pandemi ini memberikan banyak waktu untuk kami generasi kedua belajar spirit dasar dari generasi sebelumnya. Dimana kami percaya spirit ini akan berlanjut ke generasi berikutnya," cetusnya.
Terkait PPKM, ia mengakui hal ini keputusan berat yang harus dipilih pemerintah untuk kondisi saat ini. Ia mengharapkan agar pemerintah melakukan evaluasi di tiap keputusan dibuat dan masyarakat juga dapat mendukung keputusan pemerintah. Dimana harus diimbangi dengan evaluasi efektivitasnya apakah layak untuk dilanjutkan.
"Perubahan peraturan yang terlalu tiba tiba dan official announcement yang bias membuat kami tidak tahu harus mencerna informasi dari sudut mana dan harus bagaimana," katanya.
"Kami sangat mengerti pemerintah dan masyarakat sedang mencari formula yang paling tepat untuk situasi ini sehingga besar harapan sudut pandang kesehatan agar diimbangi dengan sudut pandang ekonomi juga," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2624 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan