Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kiat Bertahan Saat Pandemi, Pelaku Usaha: Syukuri yang Ada
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pelaku usaha di Bali memang telah memiliki strategi tersendiri agar mampu bertahan di saat pandemi. Seperti yang dilakukan pelaku usaha kuliner di kawasan Nusa Dua yang merupakan Generasi Kedua Ulam Restoran, Tri Darmaja.
Ditemui pada Minggu, (1/8) di Badung, ia mengaku cukup dengan mensyukuri apapun terjadi dalam kondisi saat ini agar semua berjalan dengan baik.
"Dalam kondisi Pandemi ini kami belajar banyak hal, salah satunya, mensyukuri apa yang ada di depan mata. Sehingga walau mengalami penurunan dalam jumlah tamu kami tetap melihat dari sudut pandang positif. Tidak hanya menjadi semangat untuk saya sebagai generasi kedua, akan tetapi untuk tim terlibat di dalam Ulam Restaurant ini," paparnya.
Dirinya telah melakukan antisipasi dengan berembuk sebelum Pandemi berlangsung seperti saat erupsi Gunung Agung beberapa tahun silam dimana sekeluarga berkumpul mendiskusikan berbagai hal dan tiba di kesimpulan bahwa usaha ini akan sangat rawan jika hanya mengandalkan industri pariwisata saja, sehingga restoran Ulam difokuskan di satu lokasi saja yaitu di kawasan Nusa Dua.
"Walau ternyata semua perencanaan tidak dapat berjalan mulus dengan adanya pandemi ini yang mempengaruhi hampir semua sektor usaha yang ada," ucapnya.
Namun demikian, ia tetap berupaya dalam menjaring pelanggan yakni lewat pendekatan online yang telah dimulai sejak awal. Selain itu juga melakukan inovasi terhadap produk.
"Pandemi ini memberikan banyak waktu untuk kami generasi kedua belajar spirit dasar dari generasi sebelumnya. Dimana kami percaya spirit ini akan berlanjut ke generasi berikutnya," cetusnya.
Terkait PPKM, ia mengakui hal ini keputusan berat yang harus dipilih pemerintah untuk kondisi saat ini. Ia mengharapkan agar pemerintah melakukan evaluasi di tiap keputusan dibuat dan masyarakat juga dapat mendukung keputusan pemerintah. Dimana harus diimbangi dengan evaluasi efektivitasnya apakah layak untuk dilanjutkan.
"Perubahan peraturan yang terlalu tiba tiba dan official announcement yang bias membuat kami tidak tahu harus mencerna informasi dari sudut mana dan harus bagaimana," katanya.
"Kami sangat mengerti pemerintah dan masyarakat sedang mencari formula yang paling tepat untuk situasi ini sehingga besar harapan sudut pandang kesehatan agar diimbangi dengan sudut pandang ekonomi juga," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2931 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun