Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Dampak Pandemi, Kolam Hotel di Kuta Diisi Benih Lele
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dampak pandemi sangat dirasakan pelaku pariwisata di Bali. Maka itu, berbagai cara dilakukan untuk bisa bertahan salah satunya dengan menghemat biaya operasional usaha.
Seperti yang dialami oleh pemilik Mimpi Bungalows, I Made Suparta Karang (66) di kawasan Kuta. Ia bahkan sempat menaburkan bibit ikan lele di kolam renang hotelnya.
"Kalau untuk membersihkan kolam, perlu listrik yang besar dan maintenance harus cukup sering, saya khawatir karena disini itu banyak pohon, nanti malah banyak jentik nyamuk jadi masalah nantinya, jadi saya tebar lele di kolam untuk mengatasi jentik nyamuk itu," ungkapnya, Sabtu (31/7/2021) dikutip dari kumparan.
“Kalau hasilnya sih boleh diambil siapa saja yang mau untuk makan bareng-bareng,” katanya,
Beberapa kali, ia sempat membersihkan kolam lelenya karena ada harapan pariwisata di Bali buka kembali seperti dikatakan oleh pemerintah. Pertama, saat pergantian tahun baru 2021 demi menyambut wisatawan domestik.
Sayangnya saat itu, rupanya kondisi pariwisata masih sepi dan tidak menunjukan geliat secara signifikan setelah ada kebijakan pemerintah melakukan pengetatan. “Saya tabur saja lagi benih lelenya,” katanya.
Lalu, setelah ada pernyataan pemerintah akan membuka kembali pariwisata internasional pada bulan Juli, 2021, Made Karang kembali membersihkan kolamnya, dan melakukan perawatan total.
Ia bahkan menjual mobil Honda CRV miliknya untuk membiayai renovasi. "Saya jual untuk membersihkan kolam lele, memperbaiki sarana dan maintenance," ungkapnya. "Namun karena situasi pandemi kini yang belum reda, dan adanya aturan PPKM Darurat ini, jadi harapan tinggal harapan,” katanya.
Ia mengaku saat ini sedang bingung, apakah nantinya apakah bibit lele itu akan ditebar lagi atau tidak. “Harapannya sih, situasi segera membaik dan kita bisa mengharapkan lagi kedatangan turis,” katanya.
Menurut dia, hal terbesar yang ia pelajari saat melalui masa sulit ini adalah jangan pernah hilang harapan, hidup selalu belajar dari banyak hal dan situasi yang membuat manusia kuat. Ia pun bersama istrinya memulai usaha membuka warung di kawasan pasar Kuta.
Ia mengaku, sekarang yang paling penting adalah menjaga kesehatan untuk terus melalui hari-hari. "Saya hanya berharap selalu diberikan kesehatan dan survive dalam dunia rumah tangga dulu, nanti baru yang lain," ucapnya.
Terlepas dari situasi ekonomi saat ini, ia sendiri merasa, suasana di Kuta sebenarnya terasa nyaman bagi orang tua seperti dia.
“Ini mengingatkan Kuta 40 tahun silam. Bedanya sekarang banyak bangunan dan hotel-hotel, tapi suasananya sepi. Jujur, di umur saya yang sekarang, suasana ini sangat saya rindukan," ungkapnya.
Ia pun berusaha menikmatinya dimana mulai pukul 06.00 WITA pagi sudah berada di pantai Kuta, untuk sekedar jalan-jalan atau berdoa memohon supaya pandemi virus corona segera berakhir.
“Bali benar-benar berada di titik balik. Mungkin tuhan mengajarkan kita supaya manusia tidak takabur," katanya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli