Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Viral Dokter Ini Tidak Sarankan Buang Air Kecil Sambil Mandi

Rabu, 18 Agustus 2021, 14:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Viral Dokter Ini Tidak Sarankan Buang Air Kecil Sambil Mandi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Banyak orang kerap buang air kecil saat tengah mandi di bawah shower. Tapi, seorang dokter mengatakan bahwa hal itu bukan ide yang baik.

Lewat unggahannya yang viral di TikTok, Dr. Alicia Jeffrey-Thomas terapi fisik memberikan penjelasannya terkait hal tersebut yang kemudian banyak dibagikan,

“Jika Anda buang air kecil di kamar mandi, atau menyalakan keran atau menyalakan pancuran dan kemudian duduk di toilet untuk buang air kecil saat pancuran sedang berjalan, Anda menciptakan hubungan di otak antara suara air yang mengalir dan keharusan untuk buang air kecil, kencing,” katanya.

Dokter menambahkan bahwa buang air kecil saat mandi akan menciptakan hubungan bawah sadar antara mendengar air mengalir dan kencing. Tindakan ini mungkin dapat menyebabkan masalah kebocoran. 

"Dasar panggul Anda tidak akan rileks dengan tepat, yang berarti Anda tidak akan benar-benar mengosongkan kandung kemih Anda dengan sangat baik," kata Jeffrey-Thomas.

Beberapa pengguna tidak setuju dengan penjelasan dokter dan menantang teorinya. Seorang TikToker berkomentar, “Pengkondisian membutuhkan penguatan positif atau negatif. Stimulus ditambahkan sebelum perilaku yang ingin didorong, sehingga stimulus akan memicu tindakan. Stimulus [harus] terjadi sebelum, bukan selama [atau setelah].”

"Aku tidak akan berhenti melakukannya," tambah yang lain. “Di sini saya berpikir bahwa saya berguna dan menghemat air,” sela salah seorang. "Otak saya baru saja meledak," kata salah satu dari mereka. “Itu sangat masuk akal.”

Dr. Jeffrey-Thomas percaya bahwa buang air kecil di kamar mandi mirip dengan teori Pavlov berdasarkan eksperimennya dengan anjing. Teorinya adalah pengkondisian bentuk di mana anak-anak anjing mengasosiasikan bel berbunyi dengan camilan, dan mengeluarkan air liur.

Dr. Jeffrey-Thomas mengatakan bahwa mendengar air mengalir akan membuat orang yang mandi mengasosiasikan mandi dengan buang air kecil

TikToker lain, Sabrina Baxter, yang juga seorang ahli terapi fisik, memeriksa kesalahan buang air kecil umum lainnya. Ia mengklaim dalam sebuah video bahwa seorang hanya boleh buang air kecil ketika ingin benar-benar harus pergi ke kamar kecil.

“Ketika Anda akan meninggalkan rumah dan Anda seperti, 'Saya tidak harus buang air kecil tetapi saya mungkin harus buang air kecil jadi saya akan buang air kecil' … jika Anda sering melakukan ini, kandung kemih Anda tidak pernah terisi. dengan benar,” kata Baxter.

Dia melanjutkan, bahwa itu tidak memenuhi kapasitas penuh. Dalam kondisi tadi seorang kencing saat sudah setengah penuh.

"Jadi Anda mungkin memiliki keinginan untuk buang air kecil lebih sering karena itu hanya mengisi setengah ... Anda pada dasarnya membuat tubuh Anda peka untuk bekerja pada volume yang lebih rendah dari yang dibutuhkan," kata dia.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami