Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 20 Agustus 2026
Begini Kondisi Ketersediaan Oksigen di BRSUD Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Dua pekan terakhir ketersediaan oksigen di Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSUD) Tabanan sempat langka karena meningkatnya penggunaan seiring peningkatan kasus Covid-19.
Adanya bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan sementara membantu ketersediaan oksigen.
"Untuk dua minggu terakhir ini lancar. Tidak sampai kosong," ujar Kepala Bidang Penunjang Non Medis Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Tabanan, dr Wayan Doddy Setiawan, Kamis (19/8).
Secara umum kebutuhan oksigen medis setiap harinya di BRSUD Tabanan mencapai 1.400 sampai dengan 1.500 meter kubik. "Rata-rata pe rhari 50 sampai dengan 60 meter kubik perjam," katanya.
Kebutuhan rata-rata tersebut terhitung meningkat. Bersamaan dengan meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan. Seperti pasien cuci darah, pasien umum lainnya yang memerlukan tindakan operasi, serta pasien Covid-19 yang kadar oksigen dalam tubuhnya rendah.
"Memang meningkat karena pasien juga meningkat," ujarnya.
Dia menjelaskan, sebagian besar bantuan oksigen yang datang dalam bentuk cair. Sementara pasokan oksigen dalam kemasan tabung tetap rutin dikirim rekanan.
"Kalau tabung stoknya masih ada. Cukup memadai. Ini dipakai untuk jaga-jaga bila yang cair habis," pungkasnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4587 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2394 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2052 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1650 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1090 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun