Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Bule Australia Nyaris Tewas Saat Berselancar di Pantai Berawa
BERITABALI.COM, BADUNG.
Turis asal Australia, Raymond (59) nyaris tewas saat bermain selancar atau surfing di Pantai Berawa Desa Tibubeneng, Kuta Utara Badung, pada Selasa, 24 Agustus 2021 siang.
Raymond yang tinggal di Canggu itu ditemukan dalam kondisi lemas di tengah laut dan langsung dilarikan ke RS Garbamed di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara Badung.
Menurut Koordinator Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Badung Marshello Lolot Aryafara, Raymond ditemukan oleh saksi warga dalam posisi telungkup pada papan surfingnya di tengah laut. Padahal sebelumnya ia terlihat sedang bermain surfing sendirian di tengah deburan ombak.
Beruntung ada pemain surfing yang melihat dan menolong korban serta membawanya ke daratan pantai. Peselancar itu kemudian melaporkannya ke petugas Balawista setempat.
"Petugas Balawista yang berjaga di pantai segera menyelamatkan nyawa bule tersebut. Pada saat dievakuasi ke darat kondisinya lemas dan tak sadarkan diri," ujarnya.
Marshelo mengatakan petugas Balawista sempat memberikan napas buatan. Namun tak lama korban tak sadarkan diri.
"Bule itu dievakuasi ke RS Garbamed untuk memberikan pertolongan medis kepada korban. Hingga sore ini saya tidak mengetahui perkembangan kondisi korban," ujarnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3098 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2115 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2060 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun