Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hasil Panen Melimpah, Petani Bunga Gumitir Gigit Jari

Kamis, 2 September 2021, 22:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Petani Bunga Gumitir Gigit Jari saat hasil panen berlimpah.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Mendapatkan hasil panen yang berlimpah menjadi harapan bagi setiap petani atas apa yang mereka tanam baik di kebun maupun di lahan persawahan. 

Hanya saja, saat mendapatkan hasil panen yang berlimpah, sejumlah Petani bunga Gumitir di Desa Abang, Karangasem justru merasa galau. 

Bagaimana tidak, saat hasil panen Bunga Gumitir sedang bagus - bagusnya, harga jual bunga justru merosot tajam, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, sudah harganya murah lagi diperparah oleh minimnya pembeli. 

"Biasanya harga per kilogramnya bisa diatas Rp.15 ribu, tapi sekarang turun menjadi Rp.6 ribu saja, sudah dijual murah tidak juga ada yg mau beli," tutur salah seorang petani Bunga Gumitir asal Dusun Abang Kelod, I Nengah Sudi pada Kamis, (02/09/2021). 

Menurut Sudi, merosotnya harga Gumitir karena pengaruh permintaan pasar yang menurun lantaran tidak ada hari-hari besar upacara keagaman. Disamping itu juga dipengaruhi situasi Pandemi Corona  terlebih terjadi pembatasan upacara keagamaan akibat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Keluhan para Petani Gumitir tersebut juga didengar oleh Perbekel Desa Abang, I Nyoman Sutirtayana. "Ya saya sempat ngobrol dengan para Petani Gumitir, mereka mengeluhkan harga yang merosot ditambah minim pembeli, sehingga mereka enggan untuk memanen ketimbang busuk tidak laku dijual," ujarnya.

Padahal, menurutnya petani gumitir yang tergabung dalam kelompak Tani "Kembang Lestari" itu setidaknya saat musim panen bisa menyuplai hingga 300 sampai 400 kilogram bunga Gumitir perharinya.

Namun demikian, Sutirtayana tidak mau berdiam diri, ia berupaya untuk membantu memasarkan hasil panen Bunga Gumitir para petani tersebut melalui media sosial. Ia berharap melalui media sosial ada melirik dan berminat untuk membeli bunga Gumitir dari para Petani di Desa Abang.

"Kita coba ikut tawarkan melalui media sosial, siapa tahu ada pengepul bunga Gumitir yang melihat dan mau membeli," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami