Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Roh Gentayangan, Kuburan Massal Korban G30S PKI Dibongkar
Arsip Beritabali.com
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah sering terjadi kejadian aneh dan sulit diterima akal sehat selama bertahun-tahun, akhirnya warga Masean, Desa Batuagung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, menggelar Ngaben Mamungkah (menggali tulang belulang untuk dibakar) terhadap korban tragedi G30S/PKI tahun 1965 silam.
Pembongkaran kubur untuk mencari tulang belulang ini dilakukan pada Kamis (29/10/2015) silam. Kegiatan diawali diawali dengan upacara tertentu, selanjutnya dilakukan pembongkaran kuburan yang berada di tengah jalan aspal di Banjar Masean tepatnya di depan SDN 3 Batuagung.
Pembongkaran tersebut dimulai dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 12.00 Wita. Setelah tulang belulang ditemukan, dikumpulkan lalu diupacarai dengan "digeseng" (bakar) di kuburan Desa Dangin Tukadaya dan selanjutnya dilarung (dihanyutkan) di pantai Desa Yeh Kuning.
“Tujuan pengabenan ini adalah untuk menyucikan roh kesembilan korban, agar mendapat tempat yang layak. Selain itu juga bertujuan membersihkan leteh atau kekotoran secara "niskala" di wewidangan (wilayah) banjar setempat. Ini berkaitan dengan kepercayaan arwah para korban yang masih gentayangan,” katanya.
Lebih Lanjut, Mantra mengatakan, menurut saksi yang masih hidup, dalam kuburan ini terdapat 11 jasad eks anggota PKI, yang terdiri dari sembilan warga lokal dan dua orang warga pendatang. Namun kini kuburan tersebut tinggal sembilan orang karena yang dua orang sudah dibongkar dan diaben pihak keluarganya pada tahun 1984 silam.
“Sehingga sekarang masih tersisa 9. Namun dua orang diantaranya tidak diketahui dimana asal dan keluarganya siapa. Tapi menurut saksi katanya korban bernama Pugig dan Wayan Dandra asalnya dari Lelateng dan Pandak,” katanya.
Menurut Ida Bagus Kerende (90) saksi hidup adanya kuburan korban G30SPKI tersebut, peristiwa itu terjadi setelah peristiwa G30S/PKI di Jawa. Adapun orang-orang yang dibunuh saat itu bernama Ida Bagus Kade Putra, Ida Bagus Komang Suja, Ida Bagus Putu Sedana, I Gusti Putu Wira, Gusti Putu Sandra, Gusti Kade Oka, dan Ketut Sundia yang semuanya ini adalah warga Banjar Masean.
Sementara dua orang lagi dikatakan orang asal Desa Pandak dan Kelurahan Lelateng yakni, Pugig dan Wayan Dandra. (sumber: litbang/arsip Beritabali.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan