Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 8 Oktober 2026
Kasus Salah Input Data Covid-19, Polisi Bidik Pejabat Berwenang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus salah input data pasien terpapar covid-19 yang sembuh tapi dinyatakan sudah meninggal, masih didalami Polisi.
Setelah memeriksa sejumlah saksi termasuk saksi kunci penginput data dari Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan (diskes) Kota Denpasar berinisial Kadek MS, Polresta Denpasar saat ini tengah membidik pejabat berwenang atau yang bertanggungjawab dalam pengawasan input data tersebut.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengakui ada faktor kesalahan atau human error dalam penginputan data tersebut. Namun keakuratan data memang harus dibuktikan.
Apabila nantinya ada kesalahan dari penginputan data tersebut pasti ada konsekuensi hukumnya dan ini masih didalami.
"Masih didalami, kita ingin menunjukkan di dalam penginputan data ini, harus benar-benar. Kalau dia salah ya ada konsekuensi hukum yang harus dia hadapi," ujar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, setelah rilis kasus pornografi di mapolresta, Senin 20 September 2021.
Dengan adanya pendalaman kasus ini pihaknya ingin memastikan siapa pejabat yang berkaitan langsung dengan urusan input data covid-19.
"Jadi, kira-kira siapa pejabat yang berwenang disitu, tanggung jawab siapa. Kita akan dalami bagaimana pengawasan dan tindakan yang bersangkutan supaya mencegah dan lain sebagainya," ungkap perwira melati tiga di pundak ini.
Mantan Wadirreskrimsus Polda Papua Barat ini juga mempertanyakan apakah pihak yang menangani input data memiliki kompetensi atau tidak.
"Seandainya tidak layak, kenapa diperkerjakan, ini masih didalami," tambahnya.
Pihaknya juga mengingatkan agar petugas Satgas Covid-19 khusus penginput data untuk lebih teliti dan berhati-hati. Agar kesalahan data tidak berdampak besar dan merugikan orang lain.
"Perlu ketelitian dan analisa, evaluasi pihak-pihak terkait. Karena kalau salah menginput data berbahaya sekali, ini berdampak luas. Bukan hanya kepada soal data tersebut dan secara global merugikan kita semua," pungkasnya.
Seperti diberitakan, kasus salah input data pasien terpapar covid-19 ini menimpa Ketut JG. Korban semula terpapar covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh. Tapi yang terjadi, oknum satgas covid-19 menginput kematian Ketut JG meninggal dunia hingga masuk ke dalam data satgas Covid-19 pusat.
Polresta Denpasar kemudian memeriksa oknum Kadek MS dan sejumlah saksi lainnya, namun belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1490 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1247 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 698 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 583 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 554 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung