Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 9 Juli 2026
Lagu "Bersyukur", Kolaborasi Riwin Dacuba dan Andrea Maulana
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah pandemi dengan berbagai keluh kesah mewarnai masyarakat ternyata tidak menyurutkan dua musisi, Riwin Dacuba dan Andrea Maulana berkolaborasi. Yang akhirnya selama empat bulan menelurkan single 'Bersyukur'.
Single bersyukur merupakan lagu bernuansa latin jazz religi atau Genre Chillout Religi bercerita tentang rasa bersyukur di tengah situasi yang sulit karena, pandemi saat ini. Musiknya sudah cukup lama diciptakan Riwin Dacuba namun syairnya kemudian diciptakan oleh Andrea Maulana secara spontan dalam pertemuan baru-baru ini.
Riwin Dacuba sediri seorang gitaris senior telah 35 tahun berkiprah di Bali dan Indonesia. Memperoleh popularitasnya bersama grup Tropical Transit yang kerap tampil di berbagai event termasuk Java Jazz Festival. Dia juga telah memiliki album solo ‘My Sexy Life’ .
Andrea Maulana adalah seorang penyanyi jazz bosanova. Putri dari musisi legendaris Ireng Maulana ini kini juga mencoba menuangkan baktanya dalam menulis lagu.
Menurut Riwin Dacuba dalam keterangan Persnya di Denpasar menyampaikan, sempat menderita Covid-19 belum lama ini yang akhirnya mampu bangkit dan kembali sehat.
Meskipun demikian tetap bersyukur seperti tertuang dalam karya single bersyukur. Karya ini juga melibatkan pesuling Nyoman Suida dan sinden Ni Nyoman Nik Suasti sehingga, memberi warna tradisi Bali yang sangat kuat.
Lagu dibikin mix dengan dua bahasa. Selain itu, ada juga lantunan suara seruling serta nyanyian sinden khas Balinya juga.
"Awalnya bahasa Inggris akhirnya di mix dengan bahasa Indonesianya juga. Ada seruling dengan maksud menampilkan budaya kita (Bali) ada seruling serta lantunan suara sidenya juga," jelasnya.
Selanjutnya Andrea Maulana menyampaikan, karya single Bersyukur merupakan curhatan pribadi atau mujizat dalam kehidupan sehari-hari.
"Terjadi spontan saja, apa ada dalam hati saya tuangkan ke lirik ini," katanya.
Untuk konsep dari lagu ini sepenuhnya dituangkan oleh Riwin Dacuba.
"Sedangkan konsep dari beliau (Riwin Dacuba) saya banyak membuat liriknya. Dan lagu ini dapat dikatakan mewakili setiap kisah masing-masing," ucapnya.
Video klip digarap oleh Erick EST yang mengeksplorasi secara visual lagu ini dengan menampilkan seorang penari Bali (Azra Annisa Achma) serta model seorang gadis Bali (Karina Mutiara).
Sejumlah tempat yang sangat ikonik juga menjadi lokasi pembuatan video antara lain di Kebun Raya Bedugul, Puri Gede Karangasem, Puri Kehen (Bangli), dan Puri Penataran.
Secara keseluruhan penggarapan single dan video klip melibatkan Nyoman Sudiantara sebagai executive produser. Video klip akan diluncurkan di kanal Youtube pada hari ini, Selasa (21/9) jam 6 sore.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3639 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1262 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1209 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun