Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bupati Mahayastra Belum Bisa Tepati Janji Bangun Ardha Candra

Selasa, 21 September 2021, 23:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bupati Mahayastra Belum Bisa Tepati Janji Bangun Ardha Candra.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Pada Selasa (21/9), tepat 3 tahun memimpin bumi seni Pasangan Bupati Gianyar Made Mahayastra dan Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun.

Banyak prestasi yang berhasil ditorehkan. Namun Mahayastra mengakui belum bisa menepati salah satu janjinya waktu kampanye, yakni membangun Ardha Candra pusat seni di Gianyar. Pengakuan ini diungkapkan saat talkshow 3 tahun refleksi kepemimpinan Aman di halaman kantor Bupati Gianyar. 

"Hari ini tepat 3 tahun saya memimpin. Sebelum jadi Bupati, pernah di DPRD dan menjadi wakil bupati. Saya sudah hafal, prajuru, kepala desa, aparatur hafal. Sehingga memudahkan menyusun program terukur," ujar Mahayastra, 

Politisi asal Desa Melinggih, Kecamatan Payangan ini dalam menyusun program tidak muluk-muluk. "Sehingga mampu membuat perencanaan," jelasnya.

Diakui, sejumlah capaian, baik dalam pembangunan dan program kerja yang telah dicapai. "Namun ada janji yang belum, terpenuhi membangun Arda Candra di Kabupaten Gianyar," ujarnya.

Arda Candra seperti di Art Center Denpasar, saat masa kampanye diwacanakan akan digunakan sebagai pusat kegiatan kebudayaan di Gianyar. Menurut Mahayastra, ada beberapa kendala yang dihadapi untuk merealisasikan ini. 

"Karena ketersediaan lahan belum ada. Dua tahun Gianyar terpengaruh covid," ujarnya.

Selain itu, dana Pembangunan Ekonomi Nasional (PEN) tidak bisa digunakan untuk membangun Arda Candra. "Mudah-mudahan di penghujung 2023 bisa. Atau mungkin harus dua kali saya jadi Bupati," ujarnya disambut tepuk tangan riuh para undangan yang hadir. 

Janji yang belum terpenuhi ini, kata Mahayastra harus fair disampaikan. "Sebaik apapun visi misi bupati, kalau birokrasi tidak bisa menerjemahkan dalam program kerja, maka tidak bisa. Sebagai bupati yang punya pengalaman, saya kontrol. Mana kepala OPD bisa kerja, mana kepala OPD andalkan bawahan. Mana malas, rajin. Makanya Evaluasi dalam rotasi promosi, tetap berepdoman pada prestasi kerja. Sehingga saya gampang sekali memimpin Gianyar, karena menilai secara objektif," tegasnya.

Harapannya kepada masyarakat Gianyar, agar didukung program pemerintah yang sudah dan sedang berjalan. "OPD, meski sulit tetap kerja. Karena tidak sembarangan orang diberikan kesempatan mengabdi pada masyarakat," ujar Mahayastra memotivasi jajarannya. 

Kesempatan menjadi ASN, DPRD, termasuk Bupati patut disyukuri. "Menjadi Bupati ini luar biasa. Jabatan yang penuh kehormatan, tapi rentan dengan keterpurukan. Salah administrasi, salah kebijakan itu risiko kerja. Maka sering saya sampaikan jangan lihat nikmatnya saja. Jadi Bupati harus punya nyali, punya kemampuan," tegasnya. 

Mahayastra, juga menyinggung soal pandemi covid-19 yang memukul perekonomian di Kabupaten Gianyar hingga capaian PAD terjun bebas. Namun hal tersebut tidak menjadi hambatan dalam mewujudkan visi misi yang telah ditetapkan.

"Penanganan covid-19 di Gianyar termasuk paling baik. Gianyar memelopori vaksinasi berbasis banjar yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dengan melibatkan OPD yang bersinergi dengan puskesmas dan RS serta aparat desa," ujarnya. 

Untuk pemulihan ekonomi, Kabupaten Gianyar berhasil memperoleh pinjaman sebesar Rp134 miliar. Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020 dan Rp 343 miliar tahun 2021. 

"Langkah cepat yang kami lakukan dalam menggerakkan birokrasi untuk  memenuhi prasyarat yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat. Gianyar menjadi satu-satunya Kabupaten yang menerima dana PEN di Provinsi Bali," ujarnya. 

Ia merinci dana tersebut dipergunakan sepenuhnya untuk pembangunan Gianyar. Yang diantaranya adalah, Pembangunan RSUD Sanjiwani Gianyar dengan total anggaran mencapai 180 miliar lebih, pembangunan Rumah Sakit Payangan Rp95 miliar lebih, jembatan dan jalan  Rp183 miliar, pasar-pasar desa Rp11 miliar lebih , taman-taman kota untuk mempercantik wajah kota Gianyar Rp24 miliar lebih, rehabilitasi  drainase dan irigasi Rp2,5 miliar lebih,  Alun-Alun Gianyar Rp26 miliar lebih,  Puspem Payangan Rp8 miliar dan sarana pendukung lainnya.

Selain fokus pada pembangunan fisik, juga memperhatikan sektor pertanian dengan mewujudkan Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang merupakan suatu fondasi untuk menjaga lahan pertanian di Kabupaten Gianyar. 

"Kepedulian terhadap kebersihan juga menjadi salah satu program unggulan kami, yaitu program TPS3R yang telah terintegrasi dengan program Puspa Aman (Pusat Pangan Alami, Mandiri, Asri dan Nyaman) dan Hatinya PKK," jelasnya. 

Sementara Program Bantuan Kesehatan yang merupakan langkah terobosan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menjamin kesehatan bagi warga Gianyar, masih menjadi unggulan. Gianyar merupakan satu-satunya kabupaten di Bali yang berani keluar dari BPJS dan memberikan jaminan kesehatan secara gratis kepada masyarakat Gianyar. 

"Selama ber KTP Gianyar, masyarakat Gianyar dilayani secara gratis oleh Rumah Sakit dan Faskes milik Pemerintah Kabupaten Gianyar, juga telah bekerjasama dengan rumah sakit di luar Gianyar seperti RSUP Sanglah, RS Indra dan RSJ Bangli. Untuk menjamin kesehatan warga Gianyar, Bupati-Wakil Bupati Gianyar menganggarkan 35 miliar rupiah setiap tahunnya," tegas Mahayastra.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami