Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 10 Juli 2026
Pengakuan Pelaku Pembunuh Anggota TNI
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ivan (27), pelaku pembunuh anggota TNI Sertu Yordan Lopo mengaku melakukan tusukan kepada korban sebanyak satu kali di bagian dada. Hal itu diungkapkan Ivan kepada media, saat pres rilis yang dilaksanakan oleh Polres Metro Depok, Jawa Barat, Jumat (24/9/2021).
Ivan juga mengaku tidak mengenal korban saat peristiwa tersebut. Bahkan, ia memastikan bahwa tidak ada masalah apapun antara dirinya dengan Sertu Yordan Lopo yang dia tusuk.
"Dia ada di TKP dan dia mungkin mau maju," ungkap Ivan pada wartawan, Jumat (24/9/2021).
Menurut Ivan, Dia melakukan aksi penusukan karena solidaritas antar saudara. Ivan tidak terima karena seorang korban lain, Adam Sesfao memukul Marnus Surya Adiesta alias Majer.
"M ini saudara saya," tukas Ivan.
Ivan pun membantah dugaan yang mengatakan dia dalam kondisi mabuk saat menusuk korban.
"Saya dalam keadaan sadar. Saya tusuk cuma sekali di bagian dada," terangnya.
Sebelumnya, ditemukan sesosok mayat pria di Jalan Patombak, RT4/RW5, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Kamis (23/9/2021) pagi.
Belakangan diketahui, mayat tersebut adalah seorang anggota TNI bernama Sertu Yordan Lopo.
Dari penyelidikan polisi, ternyata Lopo ditusuk oleh Ivan pada Rabu (22/9/2021) malam.
Bukan hanya Lopo, ternyata Ivan lebih dulu menusuk seorang korban lain, Adam Y. Sesfao.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3646 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1303 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1218 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1057 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun