Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 10 Juli 2026
Penemuan Orok Bayi Tergeletak di Pinggir Sungai
BERITABALI.COM, NTB.
Warga Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), digegerkan dengan adanya penemuan orok bayi yang tergeletak di pinggir sungai, Jumat (24/9).
Orok bayi tersebut ditemukan oleh empat orang anak yang pulang mengaji. Ketika hendak pulang, dua orang anak ingin buang air kecil, namun pada saat akan turun ke sungai, dua anak tersebut dikejutkan dengan adanya orok bayi yang tergeletak di pinggir sungai.
"Setelah itu, dua orang anak menceritakan kepada dua temannya dan langsung berlari mencari pertolongan,” ucap Kapolsek Sikur, AKP Ery Armunanto, Sabtu (25/9).
Kemudian salah seorang dari empat anak tersebut, atas nama Fani bertemu dengan ibunya yang kebetulan pada saat itu juga tengah mencarinya. Fani kemudian menceritakan tentang adanya orok bayi di pinggir sungai.
“Ibunya kemudian mengajak Fani dan ketiga temannya untuk memastikan cerita yang disampaikan anaknya,” ucapnya.
Setelah melihat langsung apa yang diceritakan anaknya, ibu Fani kemudian melaporkan hal itu kepada kepala wilayah setempat dan diteruskan kepada Polsek Sikur.
“Mendapat laporan kita langsung meluncur untuk melakukan olah TKP,” tuturnya.
Orok bayi kemudian dibawa ke Puskesmas Sikur untuk dilakukan visum. Dari hasil visum diketahui bahwa orok bayi tersebut dilahirkan secara normal, dan diperkirakan telah meninggal dunia sejak tiga hari lalu.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3646 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1303 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1218 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1057 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun